Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas organisasi perusahaan daerah BPR BKK :: Studi kasus di Kabupaten Wonosobo
AMIN, Lutfi, Dr. Pratikno, MSoc.Sci
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikTesis ini berusaha untuk malihat bagaimana efektivitas organisasi Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat BKK ( PD BPR BKK ) di Kabupaten Wonosobo beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. PD BPR BKK ini merupakan suatu perusahaan Daerah yang melakukan kegiatan usaha perbankan utamanya ditujukan untuk melayani kegiatan usaha-usaha keeil dan masyarakat di daerah pedesaan. Selain itu PD BPR BKK juga dihwapkan kontibusinya bagi pemasukan pendapatan ash Daerah dengan tetap menyelenggamkan kemmfbatan umum. Bedasarkan elaborasi teoritik disimpulkan bahwa efkktivitas organisasi PD BPR BKK di Kabupaten Wonosobo dapat diukur dan dijelaskan dengan lima indikator yaitu Tingkat Kesehatan Bank, Tingkat Icantribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah , Tingkat Pelayanan Modal kepada masyamkat dan Tingkat Penghimpunan Dana masyarakat sea Rash PengSlimpunan dan Pelapnm, Vwiabel-variabel independen yang diduga mernpengamhi efektivhs ada tiga yaitu Kepemimpinan, Sikap dan Imbalan. Sernentara itu metode yang dig;un&an dalam penefitiwn ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian pada 12 PD BPR BIClC / BKK di Kabupaten Wonosobo dengan respanden sebanyak 92 ( sembilan puluh dua karyawan, 48 ( empat puluh delapan nasabah dan 6 Pimpinan serta Badan Pengaws / Dewan Pengawas menunjukkan bahwa tingkat efektivitas organisasi bewariasi mulai dari Rendah ( 3 ), Sedang ( 7 ) dan Tinggi ( 2 )serta tidakk ada satupun yang berkategori Sangat Rendah dan Sangat Tinggi. Pada faktor Kepemimpinan maka 8 PD BPR BKK masuk pada kategori Sedang dan 4 PD BPR BKK m a d pada kategori Baik. Tidak ada satupun yang masuk pada kategori Kurang Sekali, Kurang maupun Baik Sekali. Sementara itu pada faktor Sikap maka 1 PD BPR BIK masuk kategori Kurang, 7 PD BPR BKK masuk kategori Cukup dan 4 PD BPR BKK masuk kategori Baik serta tidak satupun yang berkategori Kurang Sekali maupun Baik Sekali. Dan te-r faktor Imbalan ada sebanyak 11 PD BPR BKK berkategari Sedang dan 1 PD BPR BKK berkategori Baik serta tidak ada satupun yang berkategori Kwng Sekali, K w g mau&n Baik kkall. Dengan menggunakan metade deskriptif, data kuantitatif yang diolah dan diinterpretasikan seam kuatitatif telah memunculkan urutan Tingkat Efektivitas Qrganisasi, Kepemimpinan, Sikap maupun Imbalan. Dari ha1 ini dapat disimpulkan bahwa variabel Kepemimpinan, Sikap dan Imhalan yang diposisikan sebagai variabel bebas (independent variable) berpengaruh terhadap Efektivitas Organisasi yang diposisikan sebagai variabel terikat (dependent variable). Saran rekomendasi kebijakannya adalah agar faktor Kepemimpinan diperlakukan secara hati-hati sehingga pada proses rekmtmennya perlu dilakukan secara lebih ketat dan transparan, disamping itu juga agar memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia. Faktor Imbalan agar dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh pada mekanisme promosi, pkrian insentif dan obyektifitas dalam pemberian imbalan. Adapun faktor Sikap diupayakan untuk menumbuh kembangkan sikap kewirausahaan dan sikap pelayanan untuk bisa dibudayakan dalam arganisasi PD BPR BKK.
This thesis was done to analysis the organizational effectiveness of PD BPR BKK in Wonosobo regency and the factors that influenced it. PD BPR BKK is a regional company which has an activity in banking field, especially for serving the activities of small businesses and rural society. It gives not only the contribution for regional income but also public function. Based on theoretic elaboration, it concluded that the organization effectiveness can be measured and explained by 5 indicators. They are the degree of banking health, the degree af its contribution for regional income, the degree of serving fund for consumers, the degree of gathering public fund and the ratio between gathering and sewing fund. There are three independent variables that be predicted to influence organizational effectiveness : the leadership, the attitude and the incentive. The method that be used is descriptive analysis. The result of the research in 12 PD BPR BKK / BKK by 92 respondents, 48 clients / consumers, 6 managers and inspector show that the degree of organizational effectiveness varied from low ( 3 )% average ( 7 ), high ( 2 and nothing for the lowest and the highest. In the leadership factor there are 8 PD BPR BKK in average category, 4 others in good category and nothing for lowest, law and best category. At the Attitude factor there B T ~1 in bad category, 7 in average24 in good and nothing far the worst and the best. At the incentive factor, there ~IV 11 in average category, 1 in good category and nothing for the lowest, low and t k highest category. By using descriptive method, it had been interpreted and resumed that the variables of leadership, attitude and incentive have relationship with the organizational effectiveness. It is advisable that the leadership factor must be cared so that the recruitment should be processed with transparent and strict and also take priority for human resource development. Incentive factor must be considered with seriously especially at mechanism of promotion, incentives and the objectiveness. The attitude must be focused in entrepreneurship and take care for consumers
Kata Kunci : PDAM,Efektivitas Organisasi,Kabupaten Wonosobo