PENGARUH UKURAN DAN CARA PERLAKUAN BENIH TERHADAP KETERBAWAAN VIRUS PADA BAWANG MERAH
NURVIANI, Prof. Dr. Ir. Susamto Somowiyarjo, M.Sc.;Dr. Ir. Sri Sulandari, S.U.;Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P.
2015 | Skripsi | S1 ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHANBawang merah merupakan komoditas sayuran yang bernilai ekonomi tinggi, tetapi dalam budidayanya terdapat kendala yang disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman. Penyakit virus dengan gejala mosaik dan tanaman kerdil banyak ditemukan pada pertanaman bawang merah. Oleh karena virus bersifat sistemik pada umbi, salah satu strategi pengendalian yang dilakukan yaitu menggunakan benih sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai macam ukuran dan cara perlakuan benih terhadap insidensi (kejadian) dan intensitas (keparahan) penyakit virus pada bawang merah, serta mengidentifikasi keterbawaan virus pada bawang merah melalui uji biologi dan pengamatan morfologi virus. Ukuran benih (kelas) yang digunakan yaitu paling besar (1), besar (2), sedang (3), dan kecil (4). Perlakuan benih dilakukan dengan cara direndam air panas, dioven, penggunaan pupuk hayati, fungisida, dan kontrol, dengan masing-masing 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi insidensi dan intensitas tanaman bergejala virus di lapangan, berat segar dan berat kering umbi, morfologi umbi dari tanaman bergejala virus (mosaik dan kerdil) serta tanaman tanpa gejala virus (sehat). Pengamatan dilakukan sejak awal tanam sampai panen. Deteksi keterbawaan virus dilakukan dengan uji biologi, meliputi growing on test serta penularan mekanik pada bawang merah, Chenopodium amaranticolor, dan tembakau. Pengamatan morfologi partikel virus penyebab mosaik dan kerdil dilakukan dengan menggunakan mikroskop elektron. Hasil penelitian menunjukkan ukuran benih dan perlakuan benih dengan air panas, oven, dan pupuk hayati tidak memberikan pengaruh terhadap insidensi dan intensitas penyakit virus yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas hasil bawang merah. Hasil uji biologi menunjukkan bahwa virus bawang merah merupakan virus tular benih. Deteksi morfologi menunjukkan bahwa partikel virus pada tanaman bawang merah bergejala mosaik disebabkan oleh Shallot latent virus (SLV), sedangkan partikel virus pada tanaman bawang merah bergejala kerdil disebabkan oleh Onion yellow dwarf virus (OYDV).
Shallot is a vegetable commodity that has high economic value, but on its cultivation there are constraints caused by pests. Virus diseases with mosaic symptoms and stunted are found in the plants of shallot, because virus diseases have systemic characteristic in bulb, so one of the control strategies is using virus-free seed. This research aims to know the effect of various seed grades and seed treatments toward the incidence and intensity of virus disease in shallot and to identify the seed-borne virus in the bulbs through biological tests and observation of virus morphology using electron microscope. Seed grades used are extra large (1), large (2), medium (3), and small (4). Seed treatments are done by hot water treatment, oven, biofertilizer, fungicide, and control, each with three replications. The parameters that observed are incidence and intensity of virus disease, fresh and dry weight bulbs, and also the bulbs morphology of normal and diseased plant. The observation begins since the day after planting until harvesting. Biological identification is done by growing on test and mechanical inoculation to shallot, Chenopodium amaranticolor, and tobacco. Morphology observation of virus particle which causes mosaic and stunt is done by using an electron microscope. The results show that the seed grades and seed treatments by hot water treatment, oven, and biofertilizer have no effect on the incidence and intensity of virus disease that can reduce the quantity and quality of shallot. The results of biological test indicate that the virus is a seed-borne virus disease. Morphology detection shows that virus particle in shallot with mosaic symptoms caused by Shallot latent virus (SLV), while symptomatic stunt virus in shallot caused by Onion yellow dwarf virus (OYDV).
Kata Kunci : bawang merah,ukuran benih,perlakuan benih,virus tular benih,partikel virus