HUBUNGAN ANTARA KETIDAKTERATURAN MAKAN DAN POLA KONSUMSI MAKANAN TINGGI LEMAK DENGAN KEJADIAN SINDROMA DISPEPSIA FUNGSIONAL PADA REMAJA PUTRI DI SMA KOTA YOGYAKARTA
RIZKA PIKRINNISA, dr. Neneng Ratnasari, Sp.Pd., KGEH ; A.Fahmy Arif Tasani, S.Gz., Dietisien., M.Sc
2015 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang : Perubahan gaya hidup dan pola makan pada remaja menjadi penyebab terjadinya gangguan pencernaan. Salah satunya dispepsia. Pada Profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (2013), dispepsia menempati urutan ke 6 dari 10 besar peringkat pola penyakit rawat jalan di rumah sakit Yogyakarta pada tahun 2012. Sindroma dispepsia fungsional memiliki penyebab yang multifaktorial, ketidakteraturan makan dan pola konsumsi makanan tinggi lemak diindikasi dapat mempengaruhi kejadian sindroma dispepsia fungsional. Tujuan : Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui hubungan antara ketidakteraturan makan dan pola konsumsi makanan tinggi lemak dengan kejadian sindroma dispepsia fungsional pada remaja putri di SMA Kota Yogyakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Subyek merupakan 106 remaja putri di SMA Kota Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi. Responden diwawancarai untuk mengisi kuesioner SF-NDI, ketidakteraturan makan serta FFQ-SQ. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisa secara statistik menggunakan chi-square test. Hasil : Uji chi-square test didapatkan PR 2.655 (Cl=1.725-4.088) pada ketidakteraturan makan dan p=0.000; PR 1.407 (Cl=1.028-5.1.926) pada pola konsumsi makanan tinggi lemak dan p=0.028, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara ketidakteraturan makan dan pola konsumsi makanan tinggi lemak terhadap kejadian sindroma dispepsia fungsional. Kesimpulan : Ada hubungan antara ketidakteraturan makan dan pola konsumsi makanan tinggi lemak dengan kejadian sindroma dispepsia fungsional pada remaja putri di SMA Kota Yogyakarta.
Background: Lifestyle and eat pattern changes in adolescents becoming one of the cause the digestive problems. Dyspepsia is one of the most digestive problems. On the health profile in the Special Territory of Yogyakarta (2013), dyspepsia occupies the sequence to 6 from 10 big rating disease pattern outpatient in the hospital in Yogyakarta in 2012. Functional dyspepsia syndrome has multifactorial causes, eating disorders and high fatty food consumption patterns indicating can affect the functional dyspepsia syndrome. Purpose: The aim of this study is to determine the relationship of eating disorders and high fat food consumption with functional dyspepsia syndrome occurrence in adolescent girls at senior high school of Yogyakarta. Method : The research is analytic cross sectional design. The subjects were 106 adolescent girls at senior high school of Yogyakarta with the inclusion criteria. The Respondents interviewed to fill in questionnaires SF-NDI, eating disorders and also FFQ-SQ. The variabel was analyzed statistically by chi-square test. Results : The chi-square test obtained PR 2,655 (Cl=1.725-4.088) in eating disorders and p=<0,001; PR 1,407 (Cl=1.028-5.1.926) in food consumption of high fat patterns and p=0,028, there is a significant relation between eating disorders and the food consumption of high fat patterns with functional dyspepsia syndrome. Conclusion : There is a significant corelation between eating disorders and food consumption of high fat patterns with functional dyspepsia syndrome in adolescent girls at senior high school of Yogyakarta.
Kata Kunci : Ketidakteraturan makan, makanan tinggi lemak, dispepsia fungsional.