Laporkan Masalah

EFISIENSI SALURAN IRIGASI DI SISTEM IRIGASI SAPON KABUPATEN KULON PROGO

ERWIN FAUZI, Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc.

2015 | Skripsi | S1 GEOGRAFI

Pada sistem irigasi, penyaluran air merupakan salah satu aspek dasar dan utama. Semakin baik saluran dalam mengalirkan air, semakin baik pula pemenuhan kebutuhan air pada daerah irigasinya. Kemampuan saluran dalam mengalirkan air irigasi ini ditampilkan dalam bentuk nilai efisiensi irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai efisiensi penyaluran air pada saluran utama sistem irigasi Sapon dan menyajikannya dalam bentuk peta, mengetahui besar kehilangan air serta faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data pengukuran debit saluran. Pengukuran debit dilakukan dengan menggunakan currenmeter. Penghitungan debit dilakukan pada saluran utama, yaitu saluran primer dan sekunder dengan pemilihan lokasi penggal dilakukan dengan metode purposive sampling sesuai dengan kondisi saluran di lapangan. Analisis efisiensi dan kehilangan air dilakukan dengan metode inflow � outflow, dengan menghitung besarnya kehilangan air pada suatu penggal saluran. Besarnya nilai kehilangan air akan menunjukkan besarnya efisiensi penyaluran air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisensi saluran primer 1 sebesar 97,50%, saluran primer 2 sebesar 95,92%. Efisiensi untuk saluran sekunder adalah 77,99% (Kengkeng); 75,29% (Banaran); 73,78% (Pabrik); 64,06% (Ngremang); 85,13% (Pandowan); 80,63% (Wonokasih); dan 80,91% (Siberek). Faktor-faktor penyebab kehilangan air pada saluran ini adalah pengambilan ilegal, kerusakan bangunan fisik, pemanfaatan oleh masyarakat, dan akibat pengaruh kegiatan operasional.

Water conveyance is one of the main and basic aspects in irrigation system. The better channel distribute the water, the better the water supply to the irrigation area. The ability of channel in distribute the irrigation water is displayed in the form ofirrigation efficiency value. This study was aimed to determine the efficiency of water distribution in the main channel of Sapon irrigation system and display iton the map, know amount of water loss as well as determine its contributing factors. The study was conducted by using the measurement discharge of channel. The measurement is performed using curren meter. Discharge calculation was performed on the main channel, primary and secondary channels, with the segment selection that were done by purposive sampling, according condition in the field. Analysis of efficiency and water loss carried out by using the inflow � outflow methods, by calculating the amount of water loss on segment. The amount of water loss will demonstrate the ability of the conveyance efficiency . The result of this study showed the efficiency of the first primary channel, 97,50%, second primary channel 95,92%. Efficiency of secondary channel is 77,99% (Kengkeng), 75,29 (Banaran), 73,78% (Pabrik), 64,04% (Ngremang), 85,13% (Pandowan), 80,63% (Wonokasih), and 80,91% (Siberek). The factors that caused the loss of water in the channel were illegally taking, the physical construction damages, people consumtion, and due to the operational activities.

Kata Kunci : Irigasi, Kehilangan Air, Efisiensi