Strategi peningkatan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah :: Studi pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkulu Utara
FATONAH, Siti, Drs. Samsubar Saleh, MA
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikSebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan kebijakan otonomi daerah Kebijakan desentralisasi fiskal melalui UU.Nomor 25 Tahun 1999 sesungguhnya merupakan babak baru dalam tatanan penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia, dan pada hakekatnya telah memberikan kewenangan yang lebih luas kepada daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Rendahnya penerimaan pajak dan retribusi daerah merupakan isu yang mengedepan dan hampir hadapi oleh sebagian besar kabupatenlkota di Indonesia. lmplementasi UU. Nomor 34 Tahun 2000 Tentang Perubahan atas UU.Nomor 18 Tahun 1997 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mencoba memberikan peluang kepada daerah untuk menggali segenap potensi pajak dan retribusi daerah sehingga pada akhirnya mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap keuangan daerah. Kabupaten Bengkulu Utara, dengan kondisi keuangan yang kurang menguntungkan, dimana subsidi pusat hampir mendominasi sumber keuangan daerah ( 84,4 YO) , dimana disisi lain kontribusi pajaklretribusi daerah yang relatif masih sangat kecil ( 2,3 Yo), dituntut mencari solusi guna mensikapi perubahan lingkungan strategis yang terus berrylir . Tulisan ini mencoba menguraikan permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, sebagai lembaga teknis daerah yang bertanggung jawab terhadap pendapatan daerah , khususnya dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah . Melalui perspektif manajemen strategis diharapkan akan teridentifikasi kondisi eksternal dan internal organisasi , isu-isu strategis yang dihadapi oleh organisasi dan pada akhirnya akan direkomendasikan sejumlah strategi sebagai respon atas permasalahan yang tengah dihadapi. Dari penelusuran mandat , misi organisasi dan hasil analisis SWOT dapat diidentifikasikan beberapa isu strategis pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkulu Utara sekaligus formulasi strategi yang direkomendasikan yaitu (1). Isu strategis peningkatan SDM , dengan rekomendasi strategi : kebijakan peningkatan kualitas pendidikan, kebijakan peningkatan ketrampilan teknis, kebijakan re-orientasi kultur organisasi; (2). Isu strategis berkenaan dengan prosedur manajemen pajak dan retribusi daerah, dengan rekomendasi strategi : kebijakan manajemen " Jemput Bola " , kebijakan Net Working System, kebijakan peningkatan kapasitas olah data, kebijakan peningkatan mekanisme koordinasi dan evaluasi ; (3). Isu strategi implementasi perda dengan rekomendasi strategi : kebijakan sosialisasi, kebijakan kerjasama dengan kolaborasi ; (4). Isu strategis peningkatan sarana dan prasarana dengan rekomendasi strategi : kebijakan peningkatan sarana lprasarana teknologi informasi, kebijakan peningkatan saran lprasarana operasional ; (5). Isu strategis penegakan hukum (law enforcement dengan rekomendasi stategi : kebijakan pembentukan tim penegak hukum, kebijakan pemberiakuan sanksi hukum
Fiscal policy in the Act Number 25l1999 as a part of region autonomy policy, the true ,is a new chapter in govermenet implementation in Indonesia, and had provided larger authority to region to organze its own territory. The low tax and charging of region become primary issues and almost faced by most regencylcity in Indonesia . The implementation of Act. Number 3412000 about the changes of Act. Number 1811987 about Tax and Charging of Region attempt to provide a chance to region to explore all of tax and charging potential so that, finally ,be able to provide a larger contribution to region finance. Nort Bengkulu Regency , finance condition that is less benefit , where this center subsidy almost dominate region finance (84,4 %) , in other hand taxlcharging of region is relatively smallest (2,3%) . It is sued to looking for solution to anticipate strategic envirotment changes that continue to move. This study attempt to illustrate the issues faced by Departement of Region Revenue of Nort Bengkulu Regency , as the technical agent of the region that is responsible to region revenue ,particularly in order to increase region tax and charging Through this strategic managemect perspective is expected to be going to identify external and internal organization ,strategic issues faced by the organization and finally , will be recommended a number of stategy as response to the faced problems . From mandate investigation, organization mission and result of SWOT analisys can be identified some strategic issues on Departement of Region Revenue of Nort Bengkulu Regency all at once the strategic formulation recommended are : (1) Developing Human Resources Strategic Issues , with strategy recommended education quality improvement, technical skill improvement ,organization culture reoriented policy ; (2). Strategic issues of tax and charging management procedure , with strategy recommended , management policy Pick up of ball n, Net Working System policy, policy to improve data base capacity , coordination and evaluation mechanism improvement policy; 3).Strategic Issues of region regulation implementation with strategy recommended ; socialization policy, cooperation policy with collaboration at any line ; (4).Strategic issues the improvement of suprastructure and infrastructure , with the strategy recommended policy of improvement of suprastructure and infrastructure of information technology , the improvement of operational of suprastructure and infrastructure ; (5). Strategic issues of law enforcement with strategy recommended founding law upholder policy, law sanction implementation policy .
Kata Kunci : Keuangan Pemda TkII,Dipenda,Pajak dan Retribusi Daerah,Strategi