Laporkan Masalah

SEBARAN TINGKAT KETAHANAN MASYARAKAT PERMUKIMAN PADAT TEPI SUNGAI MUSI TERHADAP BENCANA KEBAKARAN KELURAHAN 5 ULU, KECAMATAN SEBERANG ULU I, KOTA PALEMBANG

HANIFAH CARISSA MEIRIZKY, Dr. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng

2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

INTISARI Bencana kebakaran merupakan bencana sosial yang tidak dapat diprediksi secara ilmiah. Umumnya, bencana kebakaran cukup sering melanda beberapa wilayah perkotaan di Indonesia khususnya permukiman padat. Penduduk tepi sungai musi memiliki kerentanan terhadap bencana kebakaran yang tinggi. Kerentanan bencana kebakaran yang dimiliki masyarakat di tepi sungai Musi tidak mengurangi keinginan masyarakat untuk tetap tinggal. Munculnya suatu upaya masyarakat dalam meningkatkan ketahanan terhadap ancaman bencana kebakaran di wilayah pada masyarakat yang bermukim di tepian sungai Musi khususnya pada Kelurahan 5 Ulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana tingkat dan sebaran ketahanan masyarakat di permukiman tepi sungai Musi terhadap bencana kebakaran dan mengidentifikasi faktor-faktor apakah yang mempengaruhi sebaran tingkat ketahanan yang dimiliki masyarakat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deduktif-induktif kualitatif. Hasil peneitian ini menunjukkan bahwa sebaran tingkat ketahanan masyarakat bervariatif (tidak merata). Penyebaran tingkat ketahanan masyarakat yang tidak merata tersebut didasarkan pada lokasi geografis dari masing-masing RT (Rukun Tetangga) yang berada dekat jalan raya dan sungai Musi. Tingkat ketahanan masyarakat dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor pengetahuan masyarakat terhadap bencana, presepsi masyarakat terhadap bencana, pengalaman akan bencana, psikologi masyarakat dan kepemimpinan. Kelima faktor tersebut saling berhubungan dengan komponen ketahanan masyarakat dalam mempengaruhi tingkat ketahanan masyarakat.

ABSTRACT Fire disaster is a social disaster that cannot be predicted scientifically. Generally, fire disasters quite often hit several urban areas in Indonesia, especially in high density settlement. Resident who live along Musi River have high vulnerable toward fire disaster. Fire disaster vulnerability of the communities who live along the Musi River cannot reduce people's desire to stay. The emergence of a community effort to improve resilience against the threat of fire disasters in their residence on the people who live along the Musi River, especially in 5 Ulu village. The purpose of this research is to describe how the level and distribution of community resilience in the Musi River settlements against fire disasters and identify the factors that influence the distribution of the level of resilience of the community. The method used is qualitative inductive-deductive method. This research results showed that the distribution rate varied community resilience (uneven). The uneven distribution of community resilience levels is based on the geographical location of each RT which is close to the highway and Musi River. The level of community resilience influenced by several factors, are the knowledge of communities about the disaster, community perception of the disaster, community experience to the disaster, community psychology and leadership. These five factors are related to the components of community resilience in influencing community resilience level.

Kata Kunci : Bencana Kebakaran, Ketahanan Masyarakat, Permukiman Padat

  1. S1-2015-296426-abstract.pdf  
  2. S1-2015-296426-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-296426-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-296426-title.pdf