DARI NASIONALISME ETNOKULTURAL KE NASIONALISME KEWARGAAN: STUDI MENGENAI DINAMIKA NATION BUILDING MALAYSIA
KHRESNA WIDIANANDA, Prof.Dr. Mohtar Mas'oed
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSkripsi ini membahas tentang dinamika Nation Building Malaysia dari yang berbasis etnis sampai munculnya konsep Bangsa Malaysia tahun 1991 oleh Mahathir yang menekankan pada arah pembangunan ekonomi. Hal yang ingin ditekankan dalam skripsi ini adalah konsep Bangsa Malaysia tidak berdiri sendiri sebagai sebuah konsep baru melainkan melalui sebuah proses panjang penemuan identitas nasional dan nation building Malaysia. Pengalaman Malaysia membuktikan bahwa politik nation-building masih menjadi isu sentral dalam politik Malaysia. Adanya beragam pendapat tentang bagaimana sebuah bangsa di Malaysia didefinisikan menjadi polemik dan memicu ketegangan etnis. Lahirnya konsep Bangsa Malaysia bertujuan untuk meredakan ketegangan-ketegangan akibat perbedaan-perbedaan konsep tentang bangsa di Malaysia dengan menjadikan isu pembangunan ekonomi sebagai alat pemersatu bangsa. Hal ini menjadi menarik untuk dibahas karena sebelumnya nation building Malaysia selalu berkutat pada masalah keseimbangan etnis dan membuat isu-isu etnis menjadi sensitif di Malaysia. Hal yang paling menarik adalah sosok Mahathir yang sebelumnya menjadi pelindung garis depan kepentingan Melayu dalam bukunya Malay Dilemma, ingin berubah haluan menjadi tokoh nasionalis yang menyatukan seluruh etnis di Malaysia dengan mengeluarkan konsep Bangsa Malaysia pada tahun 1991. Skripsi ini menggunakan kategori nasionalisme Brown yaitu nasionalisme etnokultural dan nasionalisme kewargaan untuk memetakan dinamika nasionalisme dan nation-building yang terjadi di Malaysia. Hal ini saya lakukan karena untuk membuktikan bahwa konsep Bangsa Malaysia adalah hasil konstruksi dari perjuangan nasionalisme sebelumnya dan bertujuan untuk mengurangi ketegangan-ketegangan etnis di Malaysia.
This study elaborate the dynamics of Malaysian Nation Building from ethnical perspective to' the rise of new concept of nation, "Bangsa Malaysia, in 1991, by Mahathir, which concerns about economic development. The focus of this study is to point out that the concept of Bangsa Malaysia was not standing alone, but with long process of the discovery of national identity and nation building. The Malaysian experiences proved that the political of nation building is still highlighted in the hot list of Malaysian politics. Several opinions of how nation should be defined became polemics and stimulated ethnic tension. The rise of the concept of "Bangsa Malaysia has two purposes, to calm down ethnic tension and the differences of national definition among other groups and to replace those issues with economic goal and development. This will be interesting to elaborate because the previous study of Malaysian Nation Building always focusing about ethnical balance and problems. The most interesting thing is the figure of Mahathir himself, because he was the defender of Malay people with his controversial book 'Malay Dilemma' but later he announced 'Bangsa Malaysia' in 1991 with the hope of national integration. This study uses Brown nationalism category, ethnocultural nationalism and civic nationalism to map the dynamics of nationalism and nation building in Malaysia. This is because i will prove that the concept of Bangsa Malaysia is constructed from previous nationalism struggle and to calm down ethnical tension in Malaysia.
Kata Kunci : Malaysia, Nasionalisme, Nation Building