PERTUMBUHAN LEPAS SAPIH PEDET PERANAKAN ONGOLE DAN PERSILANGAN SIMMENTAL DENGAN PERANAKAN ONGOLE DI TINGKAT PETERNAK KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
JOKO SUJIWO, Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, SU; Bambang Suwignyo., S.Pt. MP., Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan lepas sapih anak sapi persilangan Simmental-Peranakan Ongole (SimPO) dibandingkan Peranakan Ongole (PO) yang dipelihara di tingkat peternak di Kecamatan Wonosari, Gunungkidul. Sepuluh ekor pedet PO lepas sapih dan tujuh ekor SimPO lepas sapih diamati kinerja pertumbuhannya yang meliputi pertambahan ukuran tubuh (lingkar dada, panjang badan, tinggi gumba) serta pertambahan berat badan dan average daily gain (ADG) dari sejak disapih umur 3 bulan hingga umur 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil pengukuran lingkar dada tidak berbeda nyata antara PO dan SimPO, panjang badan tidak berbeda nyata dilihat dari perbedaan bangsa akan tetapi tinggi gumba berbeda nyata (P<0,05) lebih besar pedet PO. Berdasarkan pengukuran berat badan pedet tidak berbeda nyata dilihat dari perbedaan bangsa. Disimpulkan bahwa pertumpuhan lepas sapih PO dan SimPO sampai umur 6 bulan yang meliputi pertambahan ukuran tubuh yaitu lingkar dada, panjang badan serta berat badan tidak berbeda nyata.
This research was conducted to observe the postweaning growth of Ongole Grade (OG) calves and Simmental-Ongole Crossbred (SOC) calves under farmers management of Wonosari District, Gunungkidul Regency. The data observed from seven heads of SOC calves and ten heads of OG calves since weaning 3 months to 6 months of age were weight gain, increase of hearth girth, body length and whiteres height. The result found that the hearth girth increase was not different (P>0,05), the body lenght increase was not different (P>0,05), the whiteres height increase was significantly different (P<0,05) OG larger than SOG. Weight gain of SOG and OG calves was not different (P>0,05), It was concluded that the postweaning hearth girth, body lenght, whiteres height, and weight gain until six months of age of Ongole Grade calves and Simmental-Ongole Crossbreed calves in Wonosari district, Gunungkidul Regency were not different.
Kata Kunci : Pedet Peranakan Ongole, Pedet Simmental-Peranakan Ongole, Pertumbuhan lepas sapih