Strategi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat petani Kabupaten Timor Tengah Selatan
NABUASA, Oktavianus, Dr. Pratikno, M.Soc.Sci
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikPembangunan pertanian dalam kurun waktu ke depan di rasakan mnsih memegang peranan penting, sebagaimana terlihat dalam sumbangan sektor pertanian terhadap struktur pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tinor Tengah Selatan. Namun demikian, pembangunan pertanian juga di perhadapkan pada berbagai persoalan antara lain, kurangnya sumber daya modal, sumber daya manusia maupun teknologi. Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, pemerintah daerah sebagai agen pembangunan, perlu merumuskan dan menerapkan strategi yang representatif di dalam menjalankan aktifitas pembangunan khususnya pembangunan sektor pertanian yang berbasis pada upaya meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat petani. Strategi pembangunan pertanian yang hendak di laksanakan adalah merupakan perpaduan yang serasi antara kekuatan dan kelemahan internal dengan peluang dan ancaman dari faktor eksternal yang di hadapi Dinas pertanian tanaman pangan. Peluang yang di hadapi sektor pertanian tanaman pangan Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah, adanya pelaksanaan otonomi yang di perluas, adanya dukungan dari wakil rakyat (DPRD), terbukanya kesempatan untuk mengikuti berbagai jenis pendidikan dan latihan (diklat). Sementara itu ancaman yang di hadapi oleh Dinas Pertanian Tanaman pangan dan hortikultura adalah adanya intervensi Pemerintah Daerah Tingkat I, lokasi diklat yang kurang efesien serta adanya tuntutan pelayanan masyarakat petani yang semakin meningkat. Kekuatan yang di harapkan bisa di manfaatkan untuk nrengatasi ancaman adalah struktur organisasi yang akomodatif, misi dan mandat yang jelas, jumlah sumber daya manusia yang memadai serta tersedianya dana bagi kegiatan operasional, sedangkan kelemahan interns1 adalah kualitas sumber daya manusia yang belum memadai, kurangnya fasilitas pendukung serta tingkat pelayanan pegawai yang belum optimal. Berangkat dari analisis terhadap faktor lingkungan strategis tersebut, dapat diketahui isu strategis dalam pembangunan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kemudian dengan menggunakan litmus test, isu - isu yang di anggap paling strategi$ dalam pembangunan pertanian Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah terdiri atas, kualitas pelayanan kepada masyarakat yang belum optimal, kualitas sumber daya manusia yang beldm memadai, serta kurangnya fasilitas pendukung. Strategi yang perlu di terapkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat petani adalah terdiri atas upaya optimalisasi kelembagaan petani (kelompok formal dan nonformal), perbaikan kualitas sumber daya manusia Iaparatur serta penambuahan fasilitas pendukung bagi kelancaran kegiatan dinas pertanian. Penanganan secara serius terhadap tiga isu strategis tersebut akan dapat memberikan daya dorong terhadap masyarakat petani guna memperoleh akses pelayanan maksimal dari pemrintah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Agricultural development in the future is felt to have an important role, as seen in the agricultural sector's contribution on the economic growth in south central Timor. Rut, agricultural development is also faced to many problem, such as the lack tsf capital, human resource, or technology. In facing these threats, district government, as a development agent, needs to formulate and implement a representative strategy in running development activities, especially agricultural development, having a basic to increase it: service to the farmer society. The agricultural strategy, which will be implemented, is a unit4 between internal strength and weakness with chance and threat from external factor, which has to be faced by food plant agricultural official. The chance faced by food plant agricultural sector in South Central Timor Regency is the implementation of extended autonomy, the existence of support from many kinds of agricultural education (diklat). While, he threat faced by Food Plant Agricultural Official and horticulture is the existence of Level I District Governnicnt intervention, less cfticient placc of learning, and the existence of the demand of farmer society service, which IS inore increasing. The expected power, which can be used to handle the threat, is accommodative organizational structure, clear mission and command, adequaie number of resource, and the availability of fund for the operational activities. While, the internal weakness is not adequate human resource, the lack of supportiiig facility and unoptimal the level of service of employee. Starting from the analysis of the strategic environmental factor, it coula be found out the strategic issue in the food plant agicultural development in South Central Timor Regency. Then, by using litmus test, the issues, assumed as the most strategic in the South Central Timor Regency Agricultural Development comprised of inadequate service quality to the society, inadequate human resource, and the lack of supporting facilities. The strategy, which needs to be implemented to repair the service quality to the farmer society, is comprised of optimization effort farmer institution (formal and informal group), the repair of human resource quality and the addition of supporting facilities for the smoothness of agriculture official activities. The serious handling on the three strategic issues will be able to give an enforcement to the farmer society to get the access tot he maximum service from the government of South Central Timor Regency.
Kata Kunci : Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Layanan Masyarakat