Laporkan Masalah

PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK PEMETAAN PERKEMBANGAN AREA PERMUKIMAN BARU DAERAH KECAMATAN PRAMBANAN

TAUFAN TRI ROMADAN, Barandi Sapta Widartono,M.SC

2015 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan citra satelit Ikonos untuk mengidentifikasi penggunaan lahan, mengetahui lahan-lahan di kecamatan prambanan yang masih dapat digunakan sebagai daerah perkembangan area permukiman dan memetakan perkembangan area permukiman baru dengan menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode matching. Parameter-parameter yang digunakan untuk menentukan Perkembangan Area Permukiman Baru adalah Penggunaan Lahan, Jarak Terhadap Jalan, Daya Dukung Tanah, Drainase, dan Kemiringan Lereng. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan metode matching yang kemudian ditumpang susunkan dan diklasifikasikan menjadi 4 kelas kesesuaian menurut FAO yaitu Sangat Sesuai (S1), Cukup Sesuai (S2), Sesuai Marginal (S3), dan Tidak Sesuai (N1). Hasil penelitian yaitu peta penggunaan lahan yang didapat dari citra Ikonos yang merupakan salah satu parameter untuk perkembangan area permukiman dan juga diketahuinya area yang berpotensi untuk perkembangan permukiman baru berdasarkan aspek fisik lahan dan perkembangan jumlah penduduk yang dimana informasi tersebut didapat dari peta Perkembangan Area Permukiman Baru Kecamatan Prambanan dengan skala 1:60.000 bahwa hasil penelitian menunjukkan di Kecamatan Prambanan memiliki 4 kelas area yang berpotensi untuk dijadikan permukiman yaitu Sangat sesuai (S1) 7.05%, Sesuai (S2) 28.95%, Sesuai bersyarat (S3) 35.16%, dan Tidak sesuai (N) 28.85%. Kata Kunci : Sistem Informasi Geografi, Perkembangan Area, Permukiman.

Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan citra satelit Ikonos untuk mengidentifikasi penggunaan lahan, mengetahui lahan-lahan di kecamatan prambanan yang masih dapat digunakan sebagai daerah perkembangan area permukiman dan memetakan perkembangan area permukiman baru dengan menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode matching. Parameter-parameter yang digunakan untuk menentukan Perkembangan Area Permukiman Baru adalah Penggunaan Lahan, Jarak Terhadap Jalan, Daya Dukung Tanah, Drainase, dan Kemiringan Lereng. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan metode matching yang kemudian ditumpang susunkan dan diklasifikasikan menjadi 4 kelas kesesuaian menurut FAO yaitu Sangat Sesuai (S1), Cukup Sesuai (S2), Sesuai Marginal (S3), dan Tidak Sesuai (N1). Hasil penelitian yaitu peta penggunaan lahan yang didapat dari citra Ikonos yang merupakan salah satu parameter untuk perkembangan area permukiman dan juga diketahuinya area yang berpotensi untuk perkembangan permukiman baru berdasarkan aspek fisik lahan dan perkembangan jumlah penduduk yang dimana informasi tersebut didapat dari peta Perkembangan Area Permukiman Baru Kecamatan Prambanan dengan skala 1:60.000 bahwa hasil penelitian menunjukkan di Kecamatan Prambanan perkembangan jumlah penduduk yang dimana informasi tersebut didapat dari peta Perkembangan Area Permukiman Baru Kecamatan Prambanan dengan skala 1:60.000 bahwa hasil penelitian menunjukkan di Kecamatan Prambanan memiliki 4 kelas area yang berpotensi untuk dijadikan permukiman yaitu Sangat sesuai (S1) 7.05%, Sesuai (S2) 28.95%, Sesuai bersyarat (S3) 35.16%, dan Tidak sesuai (N) 28.85%. Kata Kunci : Sistem Informasi Geografi, Perkembangan Area, Permukiman.

Kata Kunci : Sistem Informasi Geografi, Perkembangan Area, Permukiman.