Kebijakan Penguatan Aliansi Keamanan Filipina dengan Amerika Serikat dalam Sengketa di Laut Cina Selatan
REZHA BAYU OKTAVIAN A, Atin Prabandari, MA(IR)
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSengketa Laut Cina Selatan merupakan sengketa perbatasan yang telah menjadi pusat perhatian ASEAN selama beberapa tahun ini, khususnya sejak beberapa negara-negara Asia Tenggara menjadi negara sengketa, termasuk Filipina. Dinamika sengketa Laut Cina Selatan, khususnya dampak sengketa ini terhadap instabilitas keamanan dikawasan telah menjadi alasan utama adanya berbagai kebijakan yang dikeluarkan negara sengketa. Semakin menguatnya kekuatan Cina, yaitu ancaman yang diberikan negara ini dalam merespon sengketa, merupakan salah satu faktor besar dalam meningkatnya eskalasi konflik. Pada tahun 1995, Cina mengokupasi Mischief Reef yang telah diklaim oleh Filipina sebelumnya. Peristiwa ini merupakan agresi langsung pertama yang dilakukan Cina terhadap Filipina setelah berakhirnya perang antara Cina dan Vietnam atas Kepulauan Paracel. Agresi Cina melalui penempatan kekuatan militernya telah memicu Filipina untuk memetakan sebuah kebijakan keamanan untuk merespon ancaman Cina ini. Salah satu strategi yang saat ini dijalankan oleh Filipina adalah memperkuat aliansi keamanannya dengan Amerika Serikat melalui penandatanganan Manila Declaration pada tahun 2011 dan Enhanced Defense Cooperation Agreement pada tahun 2014. Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian terkait: "Mengapa penguatan aliansi keamanan dengan Amerika Serikat, menjadi pilihan kebijakan Filipina dalam sengketa di Laut Cina Selatan sejak tahun 2011?".
South China Sea dispute has been a main concern ASEAN over decades, since most of Southeast Asian countries are the claimants in this very challenging dispute, including Philippines. The dynamic of South China Sea dispute, especially its tremendous impacts to security instability in the region has become the major reason to the variety of claimants' policy towards this dispute. The rising China which is the threats imposed by this country in responding the dispute is one of the great factors which have escalated the tension. In 1995, China occupied the Mischief Reef which has been claimed by Philippines previously. It was the first direct aggression imposed by China to the Philippines after China and Vietnam War over Paracel Islands. This China's aggression by stationing its military forces has triggered the Philippines to map out a set of security policy to respond China. One of the strategies which are recently attempted by Philippines is strengthening its security alliance with United States of America through Manila Declaration 2011 and Enhanced Defense Cooperation Agreement 2014. Therefore, the author would like to research upon: "Why did Philippines establish this policy of strengthening its security alliance with United States of America in the South China Sea dispute since 2011?".
Kata Kunci : Laut Cina Selatan, Filipina, Amerika Serikat, Aliansi Keamanan, Cina, Manila Declaration, Enhanced Defense Cooperation Agreement