STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi pada Kelompok Pembudidaya Ikan Mino Ngudi Lestari di Dusun Nayan)
FAIZAL AKYAS S, Drs. Djoko Suseno, SU
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Intisari Sektor perikanan di Indonesia memiliki peluang yang sangat baik untuk dikembangkan mengingat ketersediaan sumber daya alam serta karakter masyarakat Indonesia yang erat dengan sektor agraria. Didukung dengan berbagai peluang yang ada, misalnya untuk wilayah DIY kebutuhan ikan tawar belum dapat dipenuhi oleh pembudidaya lokal, pasar lokal hanya mampu memenuhi 77,7 persen dari total kebutuhan 90 ribu ton per tahun. Kurangnya keseriusan dan strategi pengembangan yang kurang tepat menjadikan tersendatnya kemajuan perikanan. Juga tidak dipungkiri ada bias pemahaman baik dari pemerintah, stakeholder, maupun pembudidaya sendiri bahwa sektor agraria merupakan sektor tradisonal, bermitra dengan sektor ini dianggap kurang menguntungkan dan beresiko. Padahal, sektor perikanan jika dikembangkan dengan baik dapat menyerap banyak tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat bahkan dapat menjadi tumpuan pembangunan ekonomi nasional. Penelitian ini dilakukan terhadap Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mino Ngudi Lestari di Dusun Nayan, Desa Maguwoharjo, Kec. Depok, Kab. Sleman dengan metode penelitian kualitatif. Kelompok yang berdiri sejak tahun 2005 ini menarik untuk diteliti melihat eksistensi dan dinamika perkembangannya. KPI Mino Ngudi Lestari mengembangkan sektor perikanan terintegrasi meliputi budidaya sampai pengolahan ikan dan pemasaran produk yang berkerjasama dengan pemerintah terkait dan program CSR PT. Pertamina DPPU Adisucipto. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pengembangan perikanan yang dilakukan masyarakat Dusun Nayan untuk memberdayakan masyarakatnya. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa perikanan di Dusun Nayan dikembangkan melalui dua strategi utama, yaitu: menciptakan kemampuan spesifik dan kunggulan bersaing melalui diferensiasi dan fokus pada segmentasi pasar. Strategi pengembangan sektor perikanan yang dilakukan masyarakat tersebut mampu meningkatkan kapasitas masyarakat Dusun Nayan, khususnya yang terlibat langsung di dalamnya. Meningkatnya pendapatan dan kepedulian masyarakat terhadap kelompok rentan dalam hal ini ibu rumah tangga yang dipekerjakan sebagai operator UPI Mino Ngudi Lestari, kemandirian kelompok yang tercermin dengan menguatnya permodalan, administrasi yang semakin rapi dan adanya interaksi sosial dengan kelompok budidaya maupun institusi lain menjadi indikasi tercapinya pemberdayaan di Dusun Nayan dengan berbasis pada sektor perikanan.
Abstract The fisheries sector in Indonesia has a very good chance to be developed considering the availability of natural resources as well as the character of Indonesian society closely with the agrarian sector. Supported by a big opportunities that exist, for example for freshwater fish DIY needs cannot be provided by local farmers, local market is only able to provide 77.7 per cent of the total requirement of 90 thousand tons per year. The lack of seriousness and lack of proper development strategy making progress delays fisheries industry. Also there is no doubt there is a good understanding of government bias, stakeholders, and the farmers themselves that the agrarian sector is a traditional sector, in partnership with the sector is considered less profitable and risky. In fact, if the fisheries sector is well developed can absorb a lot of manpower, improve social welfare and even become the foundation of national economic development. This study was conducted on Fish Farmers Group (KPI) Mino Ngudi Lestari in Dusun Nayan, Maguwoharjo Village, Kec.Depok, Kab. Sleman with qualitative research methods. The group was founded in 2005 is intersting to researched because the existence and dynamics of its development. KPI Mino Ngudi Lestari develop an integrated fisheries sector includes cultivation until the fish processing and marketing of products that work together with the rgovernment and CSR program PT. Pertamina DPPU Adisucipto. This study aims to determine the fisheries development strategy undertaken Nayan Dusun community to empower communities. This research shows that the fishery in Dusun Nayan developed through two main strategies, that is: create distinctive competence and competitive advantage through differentiation and focus on market segmentation. Fisheries sector development strategy conducted by the community is able to increase the communitiy capacities in Dusun Nayan, especially those directly involved in it. Increased revenue and community care for groups in this regard housewife employed as carriers UPI Mino Ngudi Lestari, independence groups as reflected by the strengthening of the capital, better administration and social interaction with farming groups and other institutions be an indication achieved empowerment in Dusun Nayan based on the fisheries sector.
Kata Kunci : strategi, pemberdayaan, kemandirian, peran aktor