KAJIAN FUNGSI RUANG HIJAU FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
ZULHAM AARON M, Ir. Rohlan Rogomulyo, M.P.; Siti Nurul Rofiqo Irwan, S.P., M.Agr., Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 AGRONOMIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis vegetasi dan fungsi ruang hijau Fakultas Pertanian (FPN) Universitas Gadjah Mada (UGM), mengetahui pendapat dan keinginan civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada tentang pengembangan taman kampus pertanian, dan membuat konsep pengembangan ruang hijau Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sebagai taman kampus pertanian. Fungsi ruang hijau yang diamati adalah fungsi pendidikan, pengendali iklim mikro, identitas (Lokal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kampus Pertanian), produksi, estetika, sosial, dan habitat satwa. Penelitan dilakukan dengan 3 tahap, yaitu observasi dan pengumpulan data (fisik dan sosial), analisis data, dan pembuatan konsep pengembangan ruang hijau Fakultas Pertanian UGM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 95 jenis tumbuhan yang terdiri dari 58 jenis pohon, 18 jenis perdu, 12 jenis semak, dan 7 jenis tanaman penutup tanah. Civitas akademika FPN UGM berpendapat bahwa fungsi ruang hijau FPN UGM sebagai pengendali iklim mikro dan habitat satwa cukup baik. Fungsi pendidikan, identitas (lokal DIY dan kampus pertanian), produksi, estetika, dan sosial di ruang hijau FPN UGM masih kurang baik dan perlu dikembangkan. Pengembangan yang perlu dilakukan berupa penataan dan penambahan elemen lanskap (vegetasi dan elemen perkerasan) yang mendukung setiap fungsi. Konsep pengembangan ruang hijau FPN UGM meliputi konsep ruang, tipe aktivitas, vegetasi dan elemen perkerasan. Konsep ruang meliputi ruang penerimaan, ruang aktivitas aktif dan pasif, dan ruang penyangga. Ruang penerimaan merupakan pintu masuk menuju area ruang hijau FPN direncanakan memiliki fasilitas parkir, papan informasi FPN, dan tempat duduk. Vegetasi yang ditanami adalah vegetasi yang berfungsi terutama sebagai pengendali iklim mikro dan identitas kampus pertanian. Ruang aktivitas direncakan memiliki fasilitas shelter, tempat duduk, meja, koneksi wifi, dan sambungan listrik. Vegetasi pada area ini dipilih yang terutama memiliki fungsi pengendali iklim mikro, habitat satwa, pendidikan, dan estetika, seperti Sengon buto (Enterolobium cyclocarpum), Sawo bludru (Chrysophyllum cainito L), Kembang merak (Caesalpinia pulcherrina), Bunga asar (Mirabilis jalapa). Ruang penyangga dipergunakan sebagai pendukung zona aktivitas dan konservasi taman agar ekosistem tetap terjaga. Vegetasi pada area ini adalah vegetasi yang memiliki fungsi utama sebagai pengendali iklim mikro, identitas, dan habitat satwa, seperti Sirsak (Annona muricata), Sawo (Manilkara zapota), Srikaya (Annona squamosa), dan Jambu darsono (Eugenia malaccensis).
This study aimed to determine the vegetation and function of green space in Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada (UGM), to reveal academicians of Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada opinions and wishes, and to create the concept of green space development in Faculty of Agriculture UGM. The functions of green space that observed in this study are education, micro-climate control, identity (local of Yogyakarta and agricultural campus), production, aesthetics, social activity and interaction, and wildlife habitat. This research carried out by three stages as follow observation and data collection (physical and social data), data analysis, and drafting the concept of green space development of Faculty of Agriculture UGM. The results showed that there are 95 species of plants that consisted of 58 species of trees, 18 shrubs, 12 bushes, and 7 groundcovers. Based on academicians response, green space functions as a micro-climate control and wildlife habitat are quite good. Functions of education, identity (local of Yogyakarta and agricultural campus), production, aesthetic, and social should be developed. The development of campus green space that should be conducted are rearrangement and addition of landscape elements (vegetations and hardscapes) that support each functions. The concept of green space development includes the concept of space, types of activity, vegetation and hardscape. The concept of space that should be developed includes welcome area, active and passive activity area, and buffer area. The welcome area covers gate of Faculty of Agriculture UGM, that planned parking facilities, information map, and shelter. Vegetations that planned in welcome area are the vegetations that have main functions as micro-climate control and agricultural campus identity. Active and passive activity area is planned to provide facilities such as shelters, benches, tables, wifi connection, and electrical connectors. Vegetations that planned in activity area are the vegetations that have main functions as micro-climate control, wildlife habitat, education, and aesthetic value, such as Sengon buto (Enterolobium cyclocarpum), Sawo bludru (Chrysophyllum cainito L), Kembang merak (Caesalpinia pulcherrina), and Bunga asar (Mirabilis jalapa). Buffer area used as a buffer zone of activity and conservation. Vegetations planned in buffer area should have main functions as micro-climate control, identity, and wildlife habitat, such as Soursop (Annona muricata), Sapodilla (Manilkara zapota), Srikaya (Annona squamosa), and Jambu darsono (Eugenia malaccensis).
Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Ruang Hijau, Ruang Terbuka Hijau Kampus