Studi tentang Upaya Sosialisasi Pemilu Oleh Relawan Demokrasi Pada Penyandang Tuna Grahita dalam Pemilu Legislatif 2014 di Kota Yogyakarta
WIWIN OCTAVIANI, Hasrul Hanif, SIP, MA
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Tulisan ini membahas mengenai upaya yang dilakukan oleh Relawan Demokrasi sebagai kelompok yang dibentuk oleh KPU Kota Yogyakarta untuk meningkatkan partisipasi pemilih difabel pada pemilu legislatif 2014. Menurunnya partisipasi pemilih pada pemilu legislatif 2004 dan 2009 melatarbelakangi dibutuhkannya sosialisasi dan pendidikan politik pada pemilih. Pemilih difabel, terutama penyandang tunagrahita adalah kelompok yang selama ini mengalami kesulitan masuknya informasi dan pengetahuan pemilu. Sehingga penelitian ini akan berfokus pada Bagaimana upaya Relawan Demokrasi dalam mensosialisasikan pemilu pada pemilih difabel dalam pemilu legislatif 2014 di Yogyakarta?. Penulis menggunakan konsep sosialisasi politik oleh Michael Rush dan Philip Althoff dan menggunakan metode studi kasus dalam penelitian ini. Relawan Demokrasi segmen difabel adalah kelompok yang direkrut oleh KPU Kota Yogyakarta dari level masyarakat untuk memberikan sosialisasi pada pemilih difabel. Salah satu yang menjadi sasaran Relawan Demokrasi adalah penyandang tunagrahita, sehingga sosialisasi dilakukan di beberapa SLBC di Kota Yogyakarta. Karena informasi dan pengetahuan seputar pemilu masih jarang bagi penyandang tungrahita, apalagi mayoritas juga merupakan pemilih pemula. Terdapat beberapa materi yang disosialisasikan yaitu berkaitan dengan pemilu, demokrasi dan partisipasi, pengenalan kontestan pemilu dan teknis pelaksanaan pemilu. Metode yang digunakan adalah metode pendidikan politik yang termasuk dalam bentuk sosialisasi langsung, hal ini karena adanya komunikasi langsung antara pemberi pesan kepada audiens dalam penyampaian materi seperti ceramah, demonstrasi dan penggunaan alat bantu. Sosialisasi yang dilakukan oleh Relawan Demokrasi pada penyandang tuna grahita memberikan dampak pada partisipasi dan peningkatan pengetahuan teknis maupun non teknis pemilih difabel. Lebih dari 80% penyandang tuna grahita dari SLB sasaran sosialisasi ikut berpartisipasi dalam pemilu legislatif. Mayoritas penyandang tuna grahita juga mengetahui tata cara memilih dan pentingnya pemilu untuk memilih representasi mereka di lembaga legislatif. Sehingga dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sosialisasi yang dilakukan Relawan Demokrasi mempengaruhi peningkatan partisipasi dan pengetahuan baik teknis maupun non-teknis pada penyandang tuna grahita.
This research discussed an effort of election socialization by Relawan Demokrasi as a group who has formed by General Election Commission (Komisi Pemilihan Umum) main city of Yogyakarta to increase elector participation at legislative election 2014. Descent of elector participation in legislative election (2004 and 2009) as a background to give socialization and political education to elector. Disabilities elector, especially persons with mental retardation are people who find it difficult of election education and information all this time. So this research will focused on to answer the research question How the effort of general election socialization by Relawan Demokrasi to person with mental retardation at legislative election in 2014 in main city of Yogyakarta?. In this research, researcher used politic socialization concept by Michael Rush and Philip Althoff to analysis the research finding and using case study as a method of the research. Relawan Demokrasi disabilities segment has recruited from grassroot level to give socialization to disabilities. One of target from Relawan Demokrasi is people with mental retardation, so socialization made at the some of school for students with special needs in main city of Yogyakarta. In this case they are seldom and hard to access information and election education, besides their also beginner elector. There is some substances are socialized, that is subject of election, democracy and participation, introduction of election candidates and technical election implementation. The method of socialization is political education which form on direct socialization. In case, there is direct communication on delivery of substances between message giver (Relawan Demokrasi) and message receiver or audiences (person with mental retardation), as is lecture, demonstration and utilizing assists device. Socialization who did by Relawan Demokrasi giving impacts of increasing participation and increase of technical election education and non-technical election education to people with mental retardation. More than 80% disabilities elector from some of school for students with special needs were participate on legislative election. Most of the people with mental retardation got knowledge of right way to choosing in ballots and also got knowledge how importance of general election to choosing their representation in parliament. So, from this research, researcher concluded that the socialization by Relawan Demokrasi influence to increase participation and increase of technical election education and non-technical election education to people with mental retardation.
Kata Kunci : Sosialisasi Politik, Relawan Demokrasi, Pemilu Legislatif, Penyandang Tuna Grahita