Laporkan Masalah

KEMAMPUAN ADHESI PSEUDOMONAS AERUGINOSA SETELAH PEMBERIAN ROYAL JELLY IN VITRO

SIFRA KRISTINA H, drg. Tetiana Haniastuti, MKes., PhD, Dr. drg. Juni Handajani, MKes., PhD

2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri oportunistik yang dapat menginfeksi secara agresif dan menyebabkan tingkat mortalitas tinggi pada pasien immunocompromised. Pseudomonas aeruginosa yang berkoloni di orofaring dapat teraspirasi dan menyebabkan Ventilator Associated Pneumonia. Royal jelly merupakan salah satu produk madu yang dikenal karena kemampuan terapeutiknya termasuk sebagai antibakteri. Kemampuan melekat P. aeruginosa disebabkan oleh flagelum, pili dan lectin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh royal jelly pada perlekatan P. aeruginosa. Royal jelly diencerkan dengan akuades sehingga diperoleh konsentrasi 2%, 4% dan 6%. Royal jelly dan akuades sebagai kontrol negatif dimasukkan dalam suspensi P. aeruginosa dalam kaldu BHI. Semua tabung dimiringkan 30 derajat dan diinkubasi pada suhu 37 derajat Celcius selama 18 jam. Bakteri yang menempel pada dinding tabung dilepaskan ikatannya menggunakan sodium hidroksida 0,5 M. Pengaruh royal jelly terhadap kemampuan adhesi P. aeruginosa ditentukan dengan nilai densitas optik menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 600 nm. Hasil one way ANOVA menunjukkan perbedaan nilai densitas optik yang signifikan (p<0,05) pada setiap kelompok perlakuan mengindikasikan royal jelly berpengaruh terhadap adhesi bakteri. Hasil uji LSD menunjukkan perbedaan signifikan nilai densitas optik akuades dan royal jelly 2%, 4% maupun 6%. Royal jelly 6% menunjukkan densitas optik yang paling rendah dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Kesimpulan penelitian ini yaitu royal jelly dapat menurunkan perlekatan P. aeruginosa. Royal jelly 6% memiliki kemampuan menurunkan adhesi P. aeruginosa paling baik dibanding dengan konsentrasi lain yang diujikan. Kata kunci: Adhesi bakteri, Pseudomonas aeruginosa, royal jelly

Pseudomonas aeruginosa is an opportunistic bacteria which could be agressively infect immunocompromised patients and thus, cause high mortality rate. In addition, Pseudomonas aeruginosa in oropharynx could be aspirated and cause Ventilator Associated Pneumonia. Royal jelly is one of bees product that has been used for therapeutic needs including antibacteria. Adherence factor of P. aeruginosa were flagelum, pili and lectin. The aim of the study was to determine the effect of royal jelly to P. aeruginosa adhesion. Royal jelly was diluted with distilled water into several concentrations, namely 2%, 4% and 6%. Pseudomonas aeruginosa in BHI broth was exposed with those royal jelly and distilled water as negative control. All tubes were inclined at 30 degrees and incubated at 37 degrees C for 18 h. The adhered cells were removed by 0.5 M sodium hydroxide. The effect of royal jelly on the ability of the P. aeruginosa adhesion was determined by measuring the optical density values by using spectrophotometer at a wavelength of 600 nm. The result of one way ANOVA showed significant differences (p<0.05) of optical density values among groups indicating that royal jelly affected the bacterial adhesion. LSD results showed significant difference of optical density values between royal jelly 2%, 4%, and 6% compared to distilled water. Six percents royal jelly had the least optical density value compared to the other groups. In conclusion, royal jelly have ability to decrease adhesion of P. aeruginosa. Six percents royal jelly has better ability to decrease adhesion of P. aeruginosa compare to other concentrations.

Kata Kunci : Bacterial adhesion, Pseudomonas aeruginosa, royal jelly

  1. S1-2015-316152-abstract.pdf  
  2. S1-2015-316152-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-316152-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-316152-title.pdf