Konstruksi Perempuan Jawa dalam Novel Populer ( Analisis Narasi Konstruksi Perempuan Jawa dalam Novel Trilogi Fira Basuki: Jendela- Jendela, Pintu, dan Atap)
MELINDA PRADITA, Dian Arymami, S.IP., M.Hum.
2015 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASINovel, dalam pemaknaannya pada literasi modern, merupakan suatu prosa narasi panjang yang menceritakan serentetan kejadian dengan beragam tokoh dan berbagai latar. Novel memiliki banyak genre seiring dengan perkembangannya, seperti gothic, roman, hingga sejarah. Dewasa ini, novel diceritakan mampu menampilkan berbagai kritik, baik dalam bidang politik, budaya, gender, dan lain- lain. oleh karena itu, tak diragukan lagi bahwa novel mampu memberikan pengaruh yang signifikan bagi pembacanya karena adanya kedekatan emosional. Penelitian ini akan membahas mengenai novel dan pengaruhnya dalam kehidupan sosial, budaya, serta gender. Mengangkat novel trilogi karya Fira Basuki: Jendela-Jendela, Pintu, dan Atap, penelitian ini diharapkan mampu menelaah konstruksi perempuan Jawa dalam menghadapi modernitas dan globalisasi.
Novel, in modern literacy usage, a sustained work of prose fiction a volume or more in length. It is distinguish from the short story and the fictional sketch, which are necessarily brief. Novel, an invented prose narrative of considerable length and a certain complexity that deals imaginatively with human experience, usually through a connected sequence of events involving a group of persons in a specific setting. Within its broad framework, the genre of the novel has encompassed an extensive range of types and styles: picaresque, epistolary, Gothic, romantic, realist, historical -to name only some of the more important ones. Nowadays novel used to tell a lot of critical things, such as politic, culture, gender, and so on. Based on this way, there is no worry that people can accept it easily because everything which is written there is just commonly happen in their life. This research will talk about novel and its effect to social life, culture, and gender. By choosing trilogy of Fira Basukis: Jendela-Jendela, Pintu, and Atap, this research might explain further about construction of Javanese women against modernization.
Kata Kunci : Novel, Perempuan, Jawa, Gender, Modernisasi, Fira Basuki, Women, Javanese,Modernizations