Laporkan Masalah

Analisis Kelayakan Finansial Integrasi Jalur Kereta Api Dengan Pengembangan Properti Studi Kasus: Koridor Jakarta - Serpong

YUDHISTIRO TIRTO KUSUMO, Prof. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit, M.Sc.

2014 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Kebutuhan dan permintaan terhadap transportasi umum yang terus bertambah di kawasan Jabodetabek belum disertai dengan peningkatan kualitas dan kapasitas transportasi umum. Kereta api komuter seharusnya dapat berperan sebagai tulang punggung transportasi umum warga Jabodetabek. Penyebab lambatnya pengembangan kereta api antara lain karena biaya investasi yang tinggi dan nilai pendapatan yang relatif rendah dari penjualan tiket, sehingga sering proyek kereta api tidak layak secara finansial. Oleh karena itu, penerapan konsep integrasi jalur kereta api dan pengembangan properti diharapkan dapat menutupi kekurangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan finansial proyek, memberikan gambaran peran pihak swasta, dan mengetahui kesesuaian penerapan konsep integrasi jalur kereta api dan pengembangan properti. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan memperhitungkan arus kas selama masa konsesi proyek. Besaran biaya investasi dan pendapatan diperkirakan dan dihitung menggunakan studi-studi terdahulu terkait proyek kereta api. Data besaran biaya investasi dan pendapatan yang sudah diketahui kemudian di analisis menggunakan analisis sensitivitas untuk mengetahui tingkat kepekaan proyek terhadap berbagai perubahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 6 dari 7 skenario penghitungan menghasilkan nilai arus kas positif (> 0) dan tingkat bunga pengembalian modal lebih tinggi dari tingkat suku bunga yang berlaku. Pada 1 dari 7 skenario penghitungan, nilai arus kas bernilai negatif dan tingkat bunga pengembalian modal lebih rendah dari tingkat suku bunga pinjaman. Maka dari itu, proyek pembangunan kereta api komuter dengan konsep integrasi dengan pengembangan properti ini layak secara finansial.

Growth of need and demand of public transportation in Jabodetabek do not followed by growth in quality and quantity of public transportation. Commuter train should become the backbone of public transportation for Jabodetabek’s citizen. Train development project need high investment cost and has low revenue from ticket, so train development project is not financially feasible in many cases. Therefore, the application of integration between train development project and property development are expected to cover the lack of train development characteristics. The purposes of this research are knowing the financial feasibility of the project, knowing the role of private sector, and knowing the suitability of this concept. Financial feasibility analysis calculate the cash flow during project concessions period. The amount of investment and revenue can be predicted and calculated from research and study about train development project that have been done. Investment and revenue data that have been known then calculated by using sensitivity analysis to find out project sensitivity level from many changes. Analysis result shows that 6 of 7 calculation scenarios have positive cash flow (>0) and interest rate of investment return are higher that loan interest rate. One of 7 calculation scenarios shows negative cash flow and interest rate of investment return is lower than loan interest rate. Therefore, commuter train development project with integration of property development concept is financially feasible.

Kata Kunci : transportasi, biaya investasi, pendapatan, kelayakan finansial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.