ANALISIS KOMPONEN BIAYA LOGISTIK DALAM RANTAI PASOK IKAN PADA KELOMPOK MINAPOLITAN DI DIY
WORO ENDAH PUSPORINI, 3. Dr. Ir. Didik Purwadi, M.EC; Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P, M.Eng,
2015 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANProduk ikan merupakan produk yang bersifat perisable dan mudah rusak sehingga memerlukan penanganan khusus. Hal ini menimbulkan biaya yang tidak diinginkan oleh konsumen. Oleh sebab itu penelitian mengenai biaya logistik pada rantai pasok ini menjadi penting. Penelitian ini bertujuan antara lain untuk mengetahui pelaku dan menganalisis struktur rantai pasok serta menghitung dan menganalisi biaya logistik yang terdapat pada rantai pasok ikan. Penelitian dilakukan dengan metode purposif sampling dengan wawancara kepada pelaku rantai pasok. Lokasi penelitian terdapat di kawasan minapolitan di kecamatan Playen, Pandak, Nanggulan, Berbah dan Wates serta di pelabuhan Pantai Sadeng yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Terdapat 4 tier atau rantai dalam rantai pasok perikanan budidaya maupun tangkap yaitu petani bibit, pembudidaya pembesaran dan nelayan pada rantai pertama, pengepul pada rantai kedua, pedagang pengecer pada rantai ketiga, dan konsumen pada rantai keempat. Biaya logistik pada perikanan tangkap adalah sebesar 32,8% dari harga ikan yang terdiri dari biaya pengadaan 0,3%, biaya penyimpanan 12,7% dan biaya transportasi dan distribusi sebesar 19,8%. Biaya logistik pada perikanan budidaya lele dan gurame yaitu sebesar 33,3 % dan 24,7% sedangkan pada nila biaya logistik dari total harga ikan sebesar 13,6%.
Fish products have perisable characteristic and easily demaged so it require special handling. These condition make the cost of fish raise which is not desired by consumers. Therefore, research about logistic cost in fish supply become important. This research aim to identify and analize the structure of fish supply chain, then count and analize the component of logistic cost in fish supply chain. This reseach uses purposive sampling and interview method. It takes place in Minapolitan of Yogyakarta Special Region such as Playen, Pandak, Nanggulan, Berbah, Wates, and Sadeng. Based on the results obtained that there are 4 tier in the supply chain or chain of aquaculture and fisheries. They are seed growers, farmers and fishermen enlargement on the first chain, collectors in the second chain, retailers in the third, and then consumers in the fouth chain. Logistics costs in fisheries is 32.8% of the price of fish which comprises 0.3% of the cost of procurement, storage costs 12.7% and transportation and distribution costs amounted to 19.8%. Logistics costs in the aquaculture of catfish and carp in the amount of 33.3% and 24.7%, while the cost of the logistics of the total tilapia fish prices by 13.6%.
Kata Kunci : Ikan, Rantai pasok, Komponen Biaya Logistik