Laporkan Masalah

PENGARUH TAKARAN PUPUK KANDANG DAN PERIODE PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TUMPANGSARI LIDAH BUAYA (Aloe chinensis B.)- WIJEN (Sesamum indicum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI

MUH AUDITYA N, Ir. Sri Trisnowati, M.Sc. ; Ir. Rohlan Rogomulyo, M.P.

2015 | Skripsi | S1 AGRONOMI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran pupuk kandang dan periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan hasil lidah buaya (Aloe chinensis B.) dan wijen (Sesamum indicum L.) pada pertanaman tumpangsari lidah buaya -wijen, dan mendapatkan takaran pupuk kandang dan periode penyiangan yang paling sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman yang terbaik di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Keburuhan, Purworejo menggunakan rancangan petak terbagi dengan tiga blok sebagai ulangan. Takaran pupuk kandang (20, 40, 60, 80 dan 100 ton/ha) sebagai perlakuan pada petak utama dan periode penyiangan (1bulan setelah tanam, 2 bulan setelah tanam dan 3 bulan setelah tanam) sebagai perlakuan pada anak petak. Hasil penelitian menunjukan bahwa takaran pupuk kandang tidak berinteraksi dengan periode penyiangan pada semua variabel yang diamati. Peningkatan takaran pupuk kandang dari 20 ton/ ha sampai dengan 100 ton/ ha tidak meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun lidah buaya secara nyata, demikian juga perbedaan periode penyiangan. Pupuk kandang dengan takaran 20 ton/ ha sampai 100 ton/ ha tidak menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun dan berat kering akar wijen yang berbeda nyata. Pemberian pupuk kandang pada takaran 100 ton/ha menghasilkan berat kering tanaman wijen , jumlah polong, berat polong, berat biji dan hasil biji wijen per 100m2 tertinggi. Perbedaan periode penyiangan tidak menghasilkan tinggi tanaman wijen, jumlah daun, berat kering tanaman, berat kering akar, jumlah polong per tanaman, berat kering polong per tanaman, berat kering biji per polong per tanaman wijen dan hasil biji wijen per 100m2 yang berbeda nyata. Kata Kunci : Pupuk kandang, periode penyiangan, lidah buaya, wijen, lahan pasir pantai

This research aimed to evaluate the effect of cow manure fertilizer rates and weeding periods on growth and yield of Aloe vera (Aloe chinensis Baker) and sesame (Sesamum indicum L.) planted in intercropping system in coastal sandy land, and to determine the rate of cow manure and weeding period most appropriate for growth and yield for the plants. The experiment was conducted at the coastal sandy area of Keburuhan, Purworejo, arranged in split plot design with three blocks as replications. Manure rates (20, 40, 60, 80 and 100 ton/ha) served as main treatment while weeding period (1 month after planting, 2 month after planting and 3 month after planting) served as sub treatment. The results showed there was no interaction between rate of cow manure and weeding period in all variables. Increasing the rate of cow manure fertilizer from 20 to 100 ton/ha did not significantly increase plant height and number of leaves of Aloe, neither did weeding period treatment. Applications of 20 ton/ha to 100 ton/ha manure fertilizer did not increase plant height, number of leaves and root dry weight of sesame. Fertilizer application at the rate of 100 ton/ha produced the highest plant dry weight, number of pods, weight of pods, seed weight and yield of sesame seeds/ 100m2. Different weeding period did not result in significantly different plant height, number of leaves, root dry weight, plant dry weight, number of pods, and weight of pods, seed weight and yield of sesame seeds/ 100m2 Key words: manure fertilizer, weeding periodic, Aloe vera, sesame, coastal sandy land

Kata Kunci : Pupuk kandang, periode penyiangan, lidah buaya, wijen, lahan pasir pantai