PERILAKU MEMILIH MASYARAKAT PESISIR DALAM KONTEKS PATRONASE (Studi tentang Perilaku Memilih Masyarakat Pesisir di Padukuhan Imorenggo, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo dalam Pileg 2014)
ARIS SUPRIYADI, Dr.rer.pol. Mada Sukmajati, MPP
2014 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Padukuhan Imorenggo merupakan padukuhan pesisir miskin di Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Padukuhan ini mendapat banyak perhatian dari caleg/partai dalam Pileg 2014 yang ditransformasikan lewat pemberian materi patronase dalam bentuk materi yang beragam, waktu penyaluran yang unik, dan model patronase yang bermacam-macam. Berdasarkan hal di atas, riset ini dibuat untuk mengetahui perilaku memilih masyarakat pesisir di Padukuhan Imorenggo dalam konteks patronase yang terjadi di padukuhan tersebut. Untuk menelaah perilaku memilih dalam riset ini, kerangka teori yang dipakai adalah teori patronase dari Tomsa & Ufen (2013) dan Aspinall (2013), serta perilaku memilih dari Asfar (2006), Gaffar (1992), dan Kristiadi (1993). Sedangkan metode penelitian yang dipakai dalam riset ini adalah metode penelitian kualitatif varian studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi atau laporan-laporan. Hasil temuan dalam riset ini menyatakan bahwa perilaku memilih masyarakat pesisir di Padukuhan Imorenggo pada Pileg 2014 ini masih amat dipengaruhi oleh patronase dimana berdasarkan hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa masyarakat pemilih yang memilih berdasarkan aspek patronase (vote buying, club goods, pork barrel politics, dan programmatic politics) adalah sebesar 54%. Adapun dalam 54% itu, perilaku memilih sosiologis merupakan perilaku memilih masyarakat pemilih yang dominan di Padukuhan Imorenggo ini dengan merebut 41,2% dari jumlah total suara sah (dimana perilaku memilih pilihan rasional (4,9%) dan psikologis (7,9%). Hal ini dipengaruhi oleh konteks sosial politik di Padukuhan Imorenggo, dimana terdapat kelompok masyarakat yang dominan, yakni kelompok pengajian yasin-tahlil yang memiliki ikatan sosiologis yang kuat dan adaya tokoh panutan (kepala dukuh) yang memiliki pengaruh signifikan dalam semua keputusan/tindakan kelompok yang mana terlihat dalam pilihan masyarakat pesisir dalam Pileg 2014 pada caleg/partai yang memberikan materi model club goods dalam bentuk uang sumbangan untuk masjid tanpa melihat latar belakang dan aliran caleg/partai.
Imorenggo Village is a poor village in Karangsewu Subdistrict, Galur District, Kulon Progo Regency. This village got a lot of attention from the candidate or parties on Indonesian Legislative Election 2014 (Pileg 2014) that transform from any kind of patronage material gifts, unique distribution, and any kind of patronage models. Based on the above, this research was made to determine the voting behavior of coastal communities in Imorenggo Village in patronage context. To study the behavior of selecting in this research, theoretical framework used is the theory patronage of Tomsa & Ufen ( 2013 ) and Aspinall ( 2013 ), as well as the voting behavior of Asfar (2006 ), Gaffar (1992 ), and Kristiadi (1993 ). While research method used in this research is a qualitative research method, case study, with data collection techniques of observation, interviews, and documentation or reports. The findings in this study suggest that the voting behavior of coastal communities in Imorenggo Village on Pileg 2014 is still strongly influenced by patronage which is based on the voting results showed that voters who choose based on aspects of patronage (vote buying, club goods, pork barrel politics, and programmatic politics) is approximately 54 %. As for the 54 %, sociological model of voting behavior won 41.2 % of the total number of valid votes (which the rational choice model of voting behavior (4.9 %) and psychological model of voting behavior (7.9 %). It is influenced by the socio-political context in Imorenggo Village, where there is a dominant groups, the study group yasin-tahlil who have strong ties, and presence of strong figure (kepala dukuh) which have a significant influence in all decision/action group which is visible in the choice of coastal communities in Pileg 2014 for candidates/parties who provide the material model of club goods in the form of donations to the mosque without looking at the background and the flow of candidates/parties.
Kata Kunci : Kata Kunci: Perilaku Memilih, Masyarakat Pesisir, Padukuhan Imorenggo, Patronase, Vote Buying, Club Goods, Pork Barrel Politics, Programmatic Politics, Perilaku Memilih Sosiologis, Perilaku Memilih Pilihan Rasional, Perilaku Memilih Psikologis.