Laporkan Masalah

Strategi pengelolaan usaha BUMD menghadapi era otonomi daerah :: Studi kasus terhadap PDAM Kabupaten Banyumas

WIBOWO, Budi, Dr. Agus Dwiyanto

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Keberadaan PDAM sebagai salah satu BUMD di Kabupaten Banyumas adalah “Strategis”, hal ini karena h g s i perannya disatu sisi sebagai satu-satunya pengelola kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Banyumas dan disisi lain sebagai lembaga perekonomian daerah yang memiliki akses untuk memberikan kontribusi PAD sebagai sumber keuangan daerah yang cukup diandalkan. Mengingat “air” merupakan suatu kebutuhan vital bagi hidup dan kehidupan manusia, maka peranan kinerja PDAM sangat berpengaruh pada kepentingan hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu diperlukan adanya sikap profesionalisme kerja yang baik, etos kerja yang tinggi, dilandasi motivasi penunjang keberhasilan pencapaian visi pemerintah daerah. Hal ini sangat dibutuhkan bagi PDAM Kabupaten Banyumas, mengingat dari hasil petlllaian evaluasi kinerja BPKP tahun 1996/2000, kinerja PDAM Kabupaten Banyumas cenderung mengalami penman dari klasifikasi sehat menjadi kurang sehat khususnya di tahun 1999 dan 2000. Kondisi BUMD semacam itu sangat tidak kondusif diera OTDA yang oleh karena itu diperlukan adanya upaya peningkatan kinerja diawali melalui kegiatan penelitian. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencermati dan menganalisa lingkungan strategis yang terdiri dari faktor-faktor eksternal dan internal PDAM Kabupaten Banyumas dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Oportunities dan Threats). Analisis SWOT digunakan terhadap PDAM Kabupaten Banyumas meliputi analisis faktor eksternal yang merupakan ancaman dan peluang di kaji dari aspek politik, ekonomi, sosial, tehnologi, aspek pelanggan dan kolabolator. Sedangkan analisis faktor internal terdiri dari kekuatan dan kelemahan yang dikaji melalui faktor sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sistem informasi, proses kerja dan kinerja PDAM Kabupaten Banyumas. Identifikai terhadap isuisu strategis yang berpengaruh terhadap PDAM Kabupaten Ban*yumas dengan menggunakan analisis SWOT ditemukan bahwa faktor eksternal yang berpengaruh terdiri dari 5 peluang (Oportunities) dan 3 ancaman (Threats), sedangkan faktor internal-berpengaruh terdiri dari kekuatan (Strength) sebanyak 8 faktor dan kelemahan (Weaknesses) sebanyak 4 faktor. Selanjutnya dengan logka berpikir memaksimalkan kekuatan dan peluang namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman, maka penelitian ini telah berhasil merumuskan 3 “isu strategis”: (a) Tingkat kehilangan air dalam akhvitas pengelolaan telah melampaui ambang batas; (b) Sulitnya men& penambahan sumber air baku dari mata air karena belum-optimalnya fungsi koordinasi kelembagaan daerah dan komunikasi dengan masyarakat; (c) Cakupan pelayanan dan kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat masih rendah. Berdasarkan identifikasi dari isu-isu strategis tersebut akhirnya dapat ditetapkan 3 ‘‘strate$ yang dipandang efektif dalam Pengelolaan Usaha PDAM Kabupaten Banyumas sebagai berrkut: (1) Menekan secara optimal tingkat kebocoran air dalam proses produksi, transmisi dan distribusi; (2) Melakukan perluasan sumber air dari mata air melalui pendekatan sosial budaya kepada masyarakat; (3) Mengembangkan &pan pelayanan dan kelancaran distribusi air bersih kepada masyaraka

Presence of PDAM as one local authority-owned enterprise in Banyumas district is “strategic“, it is caused by function of role on one hand as one water supply manager for society of Banyumas district, and on the other hand it is as local economy institution having access to gwe contribution to PAD as local financial source that is sufficiently reliable. Because “water” is a vital need for life and human survival, the performance role of PDAM is highly effective on public life interest. Therefore, we need a good work professionalism, high work ethos, based on supportive motivation of success in reaching local government vision. It is lllghly necessary for PDAM of Banyumas district, considering that fiom result of performance evaluation of BPKP Year 1996/2000, the performance of PDAM in Banyumas district tended to decrease from healthy classification to less healthy, especially in 1999/2000. Such condition of BUMD was not conductive in era of Otda (local autonomy); for the reason, we need to increase performance, starting to make study. This study was to observe and analyze strategic environment consisting of internal and external factor of Banyumas district using SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis. The SWOT analysis used in Banyumas district included external factors that were threats and opportunities reviewed from aspect of politic, economic, social, technology; aspects of customers and collaborator, while the internal analysis consisted of weakness and strengths reviewed from factors of human resources, finance, information system, work and performance in Banyumas district. Identification of strategx issues affecting PDAM of Banyumas district using SWOT analysis, it was found that the external-effective factors consisted of 4 opportunities and 3 threats, while the internal effective factirs consisted of strengths of 7 factors and weakness Of 4 factors. Furthermore, in thought logic to maximize strength and opportunities, but in together, it could minimize the weakness and threats, then ths study was successful in formulating strategic issues: (a) rate of water loss in management activity had exceeded limit; (b) difficulty to find increase in basic water sources from springs because function of ldcal institutional coordination and communication to community had not been optimal yet; (c) service coverage and clean water distribution fluency to community were still low. Based on the identification of strategic issues, finally, I could establish three strateges considered to be effective in managing the operations of PDAM in Banyumas district as follows: (1) to minimize optimally rate of water leak in processes of production, transmission and distribution; (2) to expand water source ffom water spring by socio-cultural approach to society; (3) to develop coverage service and fluency of water supply distribution to people of Banyumas district.

Kata Kunci : Otonomi Daerah,Pengelolaan PDAM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.