FENOLOGI PEMBUNGAAN CENDANA DI KAWASAN GUNUNG API PURBA NGLANGGERAN PATUK, GUNUNGKIDUL
NUR AZIZUROHMAN, Yeni Widyana N., S.Hut., M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengamatan fenologi pembungaan cendana (Santalum album Linn) dilakukan di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui karakteristik fenologi pembungaan cendana di enam lokasi yang dibagi berdasarkan perbedaan ketinggian dan parameter kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban udara, kelembaban tanah dan intensitas cahaya. Pada tiap lokasi dipilih 10 pohon yang reproduktif kecuali pada lokasi 1 yang hanya terdapat 6 pohon. Pemilihan pohon dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan keterjangkauan pohon tersebut. Setiap pohon diamati perbungaannya melalui tajuk berdasarkan kenampakan umum yaitu pengamatan pada fase dominan yang sedang berlangsung melalui 3-10 malai yang diamati setiap 3 hari sekali. Parameter kondisi lingkungan (suhu udara, kelembaban udara dan intensitas cahaya) diambil pada awal, pertengahan dan akhir periode pembungaan. Data kelembaban tanah tiap lokasi diambil pada kedalaman 0-10 cm di 3 titik secara acak. Lokasi yang paling awal mengawali inisiasi pembungaan adalah lokasi 2 ( minggu pertama Mei) diikuti lokasi 4, 5, 6, 3 dan lokasi 1 pada minggu kedua Juni. Rerata durasi pembungaan berlangsung 127,7 hari. Lokasi 6 mempunyai durasi pembungaan terpendek yaitu 105,6 hari. Sedangkan lokasi 3 berlangsung terpanjang (145,5 hari). Puncak musim pembungaan cendana berlangsung antara minggu kedua hingga minggu keempat Juli. Lokasi 4 mencapai puncak musim pembungaan paling awal (minggu kedua bulan Juni) sedangkan lokasi 1 mencapai puncak pembungaan terlambat (minggu keempat bulan Juli). Suhu udara, kelembaban tanah dan ketinggian tempat merupakan faktor dominan yang membedakan kondisi lingkungan antar lokasi. Perbedaan kondisi lingkungan ini berpengaruh terhadap variasi fenologi pembungaan cendana di kawasan ini
Observation on phenology of sandalwood (Santalum album Linn.) was conducted in the Nglanggeran Ancient Volcano, Gunungkidul, Yogyakarta. The study aimed to identify flowering phenology of sandalwood at six locations distinguished on the basis of elevation and the environmental variables, including: air temperature and humidity, soil moisture and light intensity. Ten reproductive trees per location were chosen and observed the phenology stages through three to ten panicles per crown once every three days between April and September 2014. Air temperature and humidity and light intensity were measured three times over period of observation. Soils samples were randomly collected for the 0-10 cm soil depths from three points per location. Soil moisture content was measured following gravimetric soil moisture protocol. The results showed that the flowering phenology at six locations varied according to initiation, duration and peak season of flowering. The flowering initiation occurred early at location 2, on the first week of May. The flowering peak in all locations occurred between the second and the fourth of July. The earliest flowering peak reached on the second week of June at location 4. The latest flowering peak occurrence was observed at location 1, on the fourth week of July. In general, the duration of flowering in all locations ranged from 105, to 146 days. Differences in air temperature, soil moisture and elevation across the locations are likely to affect the variation of flowering phenology of sandalwood in the Nglanggeran Ancient Volcano.
Kata Kunci : cendana, Gunungkidul, fenologi pembungaan, suhu udara, kelembaban tanah, ketinggian tempat