KESESUAIAN LAHAN KAWASAN WISATA PANTAI KABUPATEN KULONPROGO
MARDHIANA ISNAWATI, Prima Widayani, S.Si. , M.Sc.
2015 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIGWisata pantai merupakan bagian dari wisata pesisir yang memanfaatkan pantai sebagai obyek wisata. Wisata pantai memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat penting bagi rakyat dan pembangunan nasional yang harus dikelola secara baik dan optimal. Pemanfaatan secara optimal menjadikan nilai pengembangan kawasan wisata yang berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah mengetahui peranan sistem informasi geografis dan penginderaan jauh dalam kesesuaian lahan kawasan wisata serta menentukan kesesuaian lahan kawasan wisata Kabupaten Kulonprogo. Sumber data primer yang digunakan yaitu citra Alos AVNIR-2 tahun 2006. Ekstraksi citra penginderaan jauh berupa Alos memiliki resolusi spasial cukup baik dalam mengidentifikasi penutup lahan dan bentuklahan. Sumber data sekunder antara lain peta kedalaman perairan dan sungai. Peta kedalaman perairan dilakukan analisis sehingga menghasilkan peta kecerahan perairan. Hasil analisis buffer sungai menghasilkan peta ketersediaan air tawar. Peta kontur dihasilkan dari peta RBI. Peta kontur dilakukan analisis sehingga menghasilkan peta kemiringan lereng dan peta kemiringan pantai. Peta tipe pantai didapatkan dari survey lapangan. Survey lapangan dihasilkan sebanyak 14 titik menggunakan metode random sampling yang bertujuan untuk cek hasil interpretasi dan pengambilan data. Pengolahan data menggunakan pendekatan berjenjang tertimbang, kemudian dilakukan analisis tumpangsusun (overlay). Pemrosesan analisis spasial pada setiap parameter dilakukan untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan kawasan wisata pantai pesisir kabupaten Kulonprogo menggunakan sistem informasi geografi (SIG). Berdasarkan hasil analisis didapatkan tiga kelas kesesuaian lahan yaitu sesuai dengan luas 3146 ha, sesuai bersyarat dengan luas 144 ha dan tidak sesuai dengan luas 34 ha. Hasil ketelitian uji interpretasi penutup lahan didapatkan 85%.
Beach tourism is part of coastal tourism using coast as tourism object. Beach tourism has very important natural resources for people and national development that should be managed well and optimally. Its optimal use makes sustainable tourism development. Objective of the research was to identify role of geographical information system and remote sensing in land suitability of tourism area and to determine land suitability of tourism area in Kulonprogo regency. Primary data used image of ALOS AVNIR-2 of 2006. Remote sensing image extraction of ALOS data has food spatial resolution in identification of land cover and land shape. Secondary data was from waters and river depth maps. Waters depth map was analyzed that results in waters clarity map. Analysis of river buffer resulted in fresh water supply map. Contour map was produced from RBI map. Contour map was analyzed resulting in slope inclination map and coast inclination map. Coast type map was obtained from field survey. Field survey resulted in 14 points using random sampling method to check interpretation result and data taking result. Data was analyzed using weighted gradual approach and followed with overlay analysis. Spatial analysis process in each parameter was done to produce land suitability map of coastal tourism area in Kulonprogo using geographical information system (GIS). Results of analysis indicate three land suitability classes: suitable land (3146 ha), conditional suitable land (144 ha) and unsuitable land (34 ha). Interpretation test accuracy of land cover got result of 85%.
Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Sistem Informasi Geografi (SIG), Kawasan Wisata