Pembuatan Peta Taktual Kawasan Wisata Gembira Loka Yogyakarta
LAILA BINTI MUSLIHAH, Dr. Noorhadi Rahardjo, M.S., P.M.; Iswari Nur Hidayati, S.Si., M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHPeta taktual dibutuhkan tunanetra sebagai penyedia informasi keruangan untuk menunjang kemampuan orientasi dan mobilitas. Penelitian ini dilatarbelakangi masih sedikitnya penelitian tentang peta taktual di Indonesia, sementara berdasarkan data WHO tahun 1993 – 1996, jumlah tunanetra di Indonesia terbanyak di Asia. Tujuan penelitian ini adalah (1) membuat desain simbol taktual dari Kawasan Gembira Loka, (2) menyajikan simbol dalam bentuk peta taktual. Penelitian dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif dan melalui tiga tahap, yaitu tahap pra-produksi, tahap desain, dan tahap produksi. Kegiatan tahap pra-produksi antara lain pengumpulan referensi berupa spesifikasi pemetaan taktual kota (NMCA, 1985) dan spesifikasi teknis penyusunan Atlas Taktual Nasional Indonesia (BIG, 2010); pengumpulan data melalui survei lapangan ke Kawasan Gembira Loka; pembuatan kuesioner; dan penentuan sampel responden dengan teknik purposive sampling. Referensi dan data yang terkumpul digunakan sebagai dasar pembuatan desain skala, desain simbol, desain layout, dan desain teknik produksi. Desain dituangkan dalam master map tiga dimensi, kemudian diproduksi dengan teknik thermoforming dan diujikan keterbacaannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa simbol titik lebih mudah dipahami (keterbacaan 80,00%) daripada area (keterbacaan 73,33%) dan garis (keterbacaan 70,00%), terutama ketika menggunakan variabel taktual bentuk, bukan arah. Peta Taktual Kawasan Wisata Gembira Loka mudah dipahami responden karena sebagian besar informasi disimbolkan dalam bentuk titik dengan variabel taktual bentuk. Tiga unsur utama dari peta taktual (pemilihan informasi, ukuran peta, dan tata letak peta) telah terbukti sesuai dengan kebutuhan responden.
Tactual map is needed by blind people as a provider of spatial information to support the ability of orientation and mobility.The educational background of this research was motivated by the lack of studies on tactual maps in Indonesia, while WHO data in 1993-1996 showed that Indonesia has the largest number of blind people in Asia. The aims of this research are (1) to make a design of tactual symbols of Gembira Loka Zoo, (2) to present the symbols in tactual map. This research was conducted using qualitative research methods through three stages, i.e. pre-production phase, design phase, and production phase. The pre-production phase consists of (1) collecting the specification of City Tactual Map Reference (NMCA, 1985) and Technical Compiling Specification of Indesian Tactual National Atlas (BIG, 2010); (2) collecting data by surveying Gembira Loka Zoo; (3) questionnaire making; and (4) determination of sample respondents using purposive sampling technique. Those references and collected data were used as the scale design making base, symbol designing, layout designing, and production technique design. Those design was presented on 3-dimentional master map, then produced the map using thermoforming technique, and got tested. The test results showed that point symbol is easier to understand (legibility 80,00%) rather than areas (legibility 73,33%) and lines (legibility 70,00%), particularly when using the variable tactual form instead of the direction. Tactual Map of Gembira Loka Zoo easily to understand by the respondents because most of the information is symbolized in the form of points with variable tactual form. Three main aspects of the tactual map (information selection, map size, and map layout) has been effectively proved to meet the respondent’s necessity.
Kata Kunci : kartografi taktual, desain peta, peta taktual, thermoforming