Laporkan Masalah

Dampak Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah di Kota Bandar Lampung

RAHMAT ADRIYAN US, Dr. Samodra Wibawa

2014 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Bandar lampung sebagai penyokong utama perekonomian kota dengan menyumbangkan lebih dari 23,59% atau 1/5 dari total Produk Domestik Regional Bruto pada 2012. Akan tetapi, justru tidak menjadi prioritas Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam hal maksimalisasi potensi daerah. Justru dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah Kota Bandar Lampung, anggaran belanja untuk sektor industri hanya 0,24% dari keseluruhan total industri. Sehingga, program pengembangan industri yang dilakukan melalui Disperindagkop Kota Bandar Lampung hanya mampu mengintervensi 3% pelaku IKM dari keseluruhan total IKM yang ada. Diperparah juga dengan ketidaksesuaian antara sasaran kebijakan dan indikator keberhasilan yang menyebabkan penilaian pencapaian target kebijakan hanya sebagai klaim yang tidak berdasar. Sehingga, penelitian mengenai bagaimana dampak program pengembangan IKM di Kota Bandar lampung ini dirasakan perlu sebagai bagian dari tuntutan terhadap fungsi kehadiran pemerintah guna mengoptimalisasikan potensi daerah. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan analisis dampak. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Teknis analisis data menggunakan teknik kualitatif verifikatif. Penelitian ini dibatasi pada program serta kegiatan dengan beberapa karakteristik yaitu kegiatan yang sifatnya adalah intervensi secara langsung kepada IKM, merupakan kegiatan berkelanjutan dalam rangka kebijakan pengembangan IKM jangka menengah sejak tahun 2011 hingga tahun 2015, serta terfokus hanya terhadap produk unggulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dan pengembangan IKM secara umum terdampak positif terhadap perkembangan IKM yaitu kegiatan untuk industri batik, sulam usus dan ikan olahan. Akan tetapi dampak sebaliknya dirasakan oleh industri emping melinjo dikarenakan materi yang tidak aplikatif dan minim unsur kebaruan. Sedangkan untuk kegiatan fasilitasi kerjasama IKM dengan swasta tidak berdampak positif dikarenakan syarat kerjasama yang ditawarkan oleh swasta tidak dapat dipenuhi oleh IKM. Sementara itu untuk kegiatan promosi produk UMKM termasuk IKM, dampaknya positif berdasarkan beberapa faktor yaitu frekuensi sering-tidaknya mengikuti kegiatan promosi, level pemasaran yang diikuti, serta cara penjualan produk IKM.

Small and Medium Industry (SMI) in Bandar Lampung City as the main contributor of the city economy. It contributed more than 23,59% or 1/5 of Gross Domestic Regional Product in 2012. But, it was not a priority of Bandar Lampung Government in maximalizing its potency. Instead, in Regional Budgeting only 0,24 % of overall expenditures for industry sector. So that, developing industry program which has been done by Disperindagkop (Regional industry institution) of Bandar Lampung City just intervene 3% of all SMI. That condition was compouded by inappropriate between policy purposes and indicators of success cause the policy success assessment as an unfounded claim. So that, this research about how the impact of SMI developing program in Bandar Lampung is needed as the requisition for government function to optimalize the region potencies. This research has been done by impact analysis approach and qualitative method. The analysis technique is qualitative of verification. This research was bounded on direct intervention and sustainable activities only, starting from 2012 until 2015, and focused on featured product only. The research results show that Training and Cevelopment Activies have been impacted positively for ikan olahan, sulam usus and batik industries. But, positive impact was not perceived by emping melinjo industry because the knowledge has been presented did not have novelty unsure. Whereas, Privat and SMI Cooperation Facilitating Activity has not been impacted positively because cooperation requirements were required could not be fulfilled by SMI. Meanwhile SMI Product Promoting Activity had positive impacts based on several factors there are frequence for joining the activity, promoting level that was joined and SMI product marketing strategy.

Kata Kunci : Program Pengembangan IKM, Analisis Dampak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.