Implementasi Kebijakan Strategi Mitigasi Bencana Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman Dalam Upaya Menanggulangi Dampak Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi di Desa Sindumartani Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Penanggulangan Bencana
RAHARDIAN HARYO W, Triyanto Suharsono, S.H.
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMIndonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, mencakup lebih dari 13.466 pulau. Indonesia terletak dalam jalur Ring of Fire, menciptakan rangkaian gunung api aktif sepanjang pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Gunung api yang paling aktif adalah Gunung Merapi. Selain magma pijar, ancaman sekunder yang ditimbulkan dari letusan Gunung Merapi adalah lahar dingin. Salah satu desa yang terancam banjir lahar dingin Merapi adalah Desa Sindumartani di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, yaitu penelitian hukum yang didasarkan pada norma hukum yang berlaku, yang dibandingkan dengan kondisi konkrit dilapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan data-data pendukung dari literatur serta peraturan perundang-undangan dan studi lapangan dengan cara melakukan wawancara dengan narasumber dan responden. hasil penelitian yang didapat adalah strategi mitigasi bencana yang diimplementasikan oleh BPBD Sleman masih terdapat kekurangan, seperti kurang lengkapnya sarana sistem peringatan dini (early warning system), jalur evakuasi yang tidak memadai, daya tampung ruang evakuasi yang tidak mencukupi untuk menampung seluruh pengungsi jika terjadi banjir lahar dingin, hingga tumpang tindihnya kewenangan antar lembaga pemerintah di Sleman. Kesimpulan yang didapat adalah BPBD Sleman sebagai lembaga yang berwenang dalam menangani penanggulangan bencana sesuai amanat dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 7 Tahun 2013 telah berupaya melaksanakan mitigasi bencana di Desa Sindumartani, tetapi masih banyak yang perlu dibenahi.
Indonesia is the largest archipelago in the world, covering more than 13.466 islands. Indonesia lies in the path as known as Ring of Fire, creating a series of active volcanoes along the island of Sumatera, Jawa, Bali and Nusa Tenggara. The most active volcano is Mount Merapi. in addition to incandescent magma, secondary hazards arising from the eruption of Mount Merapi is the mud flood. one village was threatened by mud flood is Sindumartani village in Ngemplak, Sleman. This type of research is empirical legal research, namely the study of law based on the applicable legal norms, which in comparison with the concrete condition on the field. Data collection method used is literature study to gather supporting data from books, as well as legislation and field studies by conducting inteviews with informants and respondents. The result obtained from this research are that disaster mitigation strategies used by BPBD Sleman cannot smoothly run. There are shortcomings such as incomplete early warning system, inadequate evacuation road, insufficient evacuation building capacity to accomodate all the refugees in case of mud flood disaster happens, to the overlapping of authority among government agencies in Sleman. So that the conclusions obtained are BPBD Sleman as competent institutions in dealing with disaster management as mandated by Sleman District Regulation No. 7 of 2013 has been trying to implement disaster mitigation in the village Sindumartani, but still a lot that needs to be addressed.
Kata Kunci : disaster mitigation, BPBD Sleman, policy