Penjadwalan Terintegrasi Ruang Operasi Rumah Sakit dengan Menggunakan Block Scheduling
RIZQI EKA MAULANA, Nur Aini Masruroh, S.T., M.Sc., Ph.D
2014 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIRuang operasi adalah unit yang memiliki pengaruh besar pada rumah sakit, karena fasilitas ini menghabiskan biaya yang besar namun juga mendatangkan pendapatan yang besar untuk rumah sakit. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi ruang operasi sangat penting. RSUP Dr. Sardjito saat ini menerapkan sistem open scheduling pada penjadwalan operasinya dan memiliki rata-rata utilitas ruang operasi sebesar 50%, tergolong tidak terlalu tinggi. Sistem yang diterapkan RSUP Dr. Sardjito perlu dikaji dengan melakukan perbandingan block scheduling untuk meningkatkan efisiensi ruang operasi. Pada penelitian ini dikembangkan penjadwalan ruang operasi dengan tipe block scheduling yang dibagi menjadi 4 tahap. Penelitian ini menjelaskan dengan runtut pengembangan block scheduling dari tahap awal hingga akhir. Tahap pertama adalah penentuan time block spesialis bedah (case mix planning) dengan mempertimbangkan operative time historis. Tahap kedua adalah pembuatan Master Surgery Schedule, timetable siklis sebagai acuan block scheduling. Tahap ketiga adalah penugasan kasus operasi pada ruangan dan block sesuai dengan Master Surgery Schedule. Sedangkan tahap keempat adalah pengurutan kasus operasi dalam skala harian dengan mempertimbangkan waktu tunggu pasien, sumber daya dokter dan bed di PACU. Tahap 1 hingga 3 dibangun dengan menggunakan model matematis mixed integer programming dan branch & bound, sedangkan khusus tahap keempat dibangun dengan model matematis mixed integer programming dan diselesaikan dengan constraint programming karena masalah pengurutan berupa NP-hard. Dengan menerapkan block scheduling, utilitas ruang operasi dapat meningkat sebesar 20%, tanpa meningkatkan biaya overtime karena waktu overtime turun sebesar 60% dan waktu undertime (idle) sebesar 50%. Selain itu, didapat kesimpulan lain bahwa bed PACU yang diperlukan di RSUP Sardjito hanya sejumlah 26 bed saja, dengan makespan rata-rata bed PACU sebesar 8 jam 40 menit.
Operating room is a unit in hospital which has very big impact in hospital. Operating room (OR) is one of the units that spend most of the hospital budget, but on the other hand it also represents the hospital biggest revenue generator. Therefore, improving operation room efficiency is very important in hospital management. Today, RSUP Dr. Sardjito uses open scheduling system in assigning and scheduling operation cases. It yields OR mean utility of 50%. Open scheduling system currently applied in RSUP Dr. Sardjito need to be compared with block scheduling system to improve OR efficiency. In this present work, the OR block scheduling development is divided into 4 separate steps. The first step is planning the time block of surgical specialty (case mix planning) based on historical operative time data. The second step is developing Master Surgery Schedule, a cyclic timetable as a guide to assign operation cases. The third step is assigning operation cases to day and time block, using Master Surgery Schedule. The last step is sequencing operation cases in daily period while considering patient waiting time, surgeon, and PACU bed resources. This research uses mathematical model mixed integer programming and branch & bound to find the optimal solution of 1st step to 3rd step. Because the 4th step is an NP-hard problem, this research uses mixed integer programming and constraint programming to solve it. By using block scheduling system, OR mean utility can be improved as much as 20%, without increasing the overtime cost because there is a 60% decrease in overtime and a 50% decrease in undertime (idle). Other than utility performance measure, this work also taking into account the PACU performance measure. RSUP Dr. Sardjito needs 26 beds in PACU, while the mean makespan number of PACU bed is 8 hours 40 minutes.
Kata Kunci : ruang operasi, block scheduling, mixed integer programming, constraint programming