Laporkan Masalah

MENJADI INDONESIA MELALUI SEPIRING MAKANAN: STUDI PERAN MAKANAN DALAM KOMUNITAS INDONESIA DI FREIBURG

KHAIRUNNISA, Dr. Anna Marie Wattie, M.A.

2015 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Berpindah dan menetap di negara yang berbeda menimbulkan banyak kerinduan, mulai dari keluarga, teman, sampai yang paling sering muncul adalah kerinduan akan makanan. Menyantap makanan menjadi salah satu pengobat kerinduan bagi mereka yang menetap jauh dari negara asalnya. Makanan menjadi elemen penting untuk hadir saat berkumpul bersama orang-orang yang memiliki kesamaan asal. Hal ini disebabkan oleh pola makan yang telah berubah sesuai dengan negara di mana mereka menetap, sehingga saat tersaji makanan yang berasal dari daerah asal mereka akan menimbulkan pemaknaan yang berbeda. Penelitian dilakukan selama 30 hari pada bulan Juni 2013, Freiburg, Jerman, terhadap delapan orang anggota komunitas Indonesia. Informan ini dipilih berdasarkan lama tinggal, pola makan, dan pada kesempatan apa saja mereka mengonsumsi makanan khas Indonesia. Peran makanan juga mengambil posisi penting saat disajikan dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh komunitas Indonesia di Freiburg, Jerman. Perubahan pola makan para migran setelah menetap di Freiburg, menyebabkan konsumsi makanan khas Indonesia menjadi peristiwa yang langka. Makanan khas Indonesia dapat menyatukan para migran yang memiliki latar belakang identitas etnis dan agama yang beragam dalam satu komunitas. Saat menyantap makanan khas Indonesia para migran memiliki perasaan berada di rumah. Rumah dalam hal ini bukanlah sebuah tempat, tetapi mewakili beberapa hal, seperti salah satunya adalah keluarga. Saya melihat bagaimana identitas keindonesiaan muncul melalui konsumsi makanan khas Indonesia. Saat makanan khas Indonesia disajikan dan dikonsumsi bersama dalam komunitas, terjadi penyatuan gagasan mengenai identitas keindonesiaan. Identitas keindonesiaan yang muncul pada para migran melalui konsumsi makanan khas Indonesia adalah gagasan mereka mengenai rumah di Indonesia .

Relocation and living in a different country cause many forms of longings, from family, friends to the most common case that is longing for food. Eating is one of the cures on longing for those who live faraway from their homeland. Food is an essential presence during the gathering with people from same origin. This happened due to the changing of their eating habit, adjusting with their current country they lived. Afterwards, when Indonesian food served, it shows different meaning for them. This research done for 30 days on June 2013, in Freiburg, Germany, with eight informants from Indonesian community. Informants chosen by how long they were stay, eating habit, and in what occasion they eat Indonesian food. Food has an important position when the food is being served in every occasion within the Indonesian community in Freiburg, Germany. The change in their daily food consumption after their relocation in Freiburg, has caused them rarely eat Indonesia food. Indonesia food can unify the migrants with different ethnicity and religion background into one community. When they eat Indonesia food, the migrants can get the sense of being home. In this context, home is not merely a space, but also represents many things, including family. I had observed on the emergence of Indonesian identity through the consumption of Indonesia food. When Indonesia foods are being served and consumed collectively, there is a unification of Indonesian identity. The identity of Indonesian which has emerge among the migrants through Indonesia food consumption, is their discourse on home in Indonesia.

Kata Kunci : makanan, identitas, rumah, Jerman, Indonesia/food, identity, home, Germany, Indonesia

  1. S1-2015-296740-abstract.pdf  
  2. S1-2015-296740-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-296740-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-296740-title.pdf