Laporkan Masalah

Strategi pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDES) di wilayah Kecamatan Pula Petak Kabupaten Kapuas

NAMBUN, Dr. Agus Dwiyanto

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah memiliki 308 DesdKelurahan, tersebar di 24 wilayah kecamatan. Salah satu Wilayah kecamatan dalam wilayah kabupaten Kapuas yang mempunyai penduduk cukup padat dengan keadaan infi-a struktur yang cukup memadai adalah Kecamatan Pulau Petak. Jumlah Desa yang dicakupi oleh kecamatan Pulau Petak adalah sebanyak 8 desa, dengan jumlah penduduk sebanyak 2 1.4 12 jiwa, menempati wilayah seluas 135 km2. Potensi yang dimiliki oleh wilayah kecamatan Pulau Petak antara lain adalah sebagian besar wilayahnya termasuk kawasan pertanian pasang-surut, mempunyai potensi pengembangan untuk produksi pertanian, khususnya pertanian tanaman pangan, yang dapat menopang kebutuhan pangan (beras) untuk wilayah Kabupaten Kapuas khususnya dan propinsi Kalimantan Tengah umumnya. Jika dilihat dari data penerimaan desa di wilayah Kecamatan Pulau Petak sampai dengan Tahun 2001 sejumlah Rp.174.500.000 dengan rata-rata per desa (8 desa) sebesar Rp. 21.812.500. Dibandingkan dengan potensi yang dimiliki oleh desa-desa yang terdapat di wilayah tersebut, maka dapat dikatakan bahwa angka penerimaan desa tersebut masih tergolong rendah. Sehubungan dengan itulah maka penelitian yang dilakukan ini adalah dalam rangka melakukan identifikasi masalah-masalah strategik yang dihadapi oleh desa-desa, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan APBDES dengan memperhatikan segala kemunglunan perubahaxi yang terjadi pada hgkungannya serta memberikan sumbangan pemikiran mengenai langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan dalam rangka pengelolaan APBDES yang efektif. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui hal tersebut di atas adalah dengan pendekatan manajemen strategis melalui analisis SWOT serta menentukan strategi apa yang akan digunakan dalarn ran& meningkatkan pengelolaan APBDES dimaksud. Sesuai dengan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan disertai dengan Tes Litmus, maka diperoleh empat isu strategis yang muncul, yaitu: Kualitas dan kuantitas SDM Aparatur belum memadai; Pemanfaatan sarana dan prasarana belum optimal; Pemanfaatan sektor sumber daya alam sebagai salah satu sumber pendapatan desa belum digali secara optimal. Peningkatan Penyuluhan kepada masyarakat. Adapun strategi yang dapat ditempuh dan dikembangkan oleh desa-desa dalam wilayah Kec. Pulau Petak, adalah dengan memberikan herbagai kursus dan pelatihan tentang Pengelolaan APBDES kepada para aparatur desa. Melakukan studi banding ke daerahdaerah lain yang lebih maju dalam mengelola APBDES. Mencari letak kantor atau balai desa yang strategis, yang mudah dikunjungi oleh masyarakat desa. Kemudian, para aparadperangkat desa, terutama Kades dan Sekdes hams menyediakan waktunya untuk melayani warga masyarakat di kantor atau balai desa. Membuat peraturan desa tentang pungutan hasil hutan bagi siapa saja yang memanfaatkan hasil hutan di wilayah desanya masing-masing. Kemudian, desa harus mempunyai tanah bengkok (tanah milik desa) yang dapat dimanfaatkan oleh desa untuk penerimaan kas desa. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang arti pentingnya pembangunan desa.

Kapuas region in the Midlle Kaliinantan province have within 308 village spreaded in 24 Area. One Area that have compact citizen with a good infi-astructure are Pu!au Petak Area, with 8 village in it and 21. 412 people living in the land of 135 km cubic in wide. The potents of it including the high and low tide farming, developing the farm products, which can support Kapuas Region especially, and Middle Kalimantan mainly in foods needs. Seen from the data of village income in this area until the year of 2001, the amount are Rp. 174.500.000 with the average amount of each village (there's 8 villages) are Rp. 21.812.500. compare to the other village around, it can be said that the this income amount are low. Because of that, there's an observation to identify the strategic problems of those villages, especially about the management of APBDES, by focusing the can be alternate change in its einvorment and to giving a though about the effective strategic steps to manage the APBDES effectively. The method using in this observation was the strategic management approach through the SWOT analyze and to point out which strategy that can be use in this matter to improved APBDES management. According to the SWOT analyze and with Litmus test, there are four strategic issues that appears, which are : The matured quality and quantity of human resources; Unoptimal of the structure and *a-structure; Unappropiate using of nature resources; And the participate of the citizen to paid the land taxes which was not maximum. The strategies used and developed in those vilages in Mau Petak Area are : by giving some courses about the APBDES management for the village officers. Locating a strategic location for the office or village hall, so can be easily located. After that, the village officers or the hesad of the village have to be ready to serve the citizen. Making the taxes rules for anyone that used the forrest. After that, each village must have an village land, using to improved the village income. Giving a speech about the important to pay the taxes for the village development. Then, to gained the citizen trust for the village officers, they have to be open and clear about the income from the taxes in their own village, and also the using of it.

Kata Kunci : Pemerintah Daerah,Pengelolaan APBDES,Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.