Pengaruh Inkorporasi Metronidazole pada Membran Gelatin-CHA terhadap Viabilitas Sel Fibroblas Vero (Uji In Vitro Metode Dye Exclusion)
NADYA CAHYA PARAMITHA, drg. Ika Dewi Ana, M.Kes, Ph.D; drg. Retno Ardhani, M.Sc
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGIPeriodontitis merupakan masalah rongga mulut yang disebabkan oleh infeksi mikroba yang dapat ditangani dengan scaling, root planing dan aplikasi antibiotik. Metronidazole merupakan antibiotik pilihan dalam penanggulangan periodontitis, namun diketahui bersifat toksik terhadap sel. Sistem penghantaran obat dapat mengurangi efek merugikan ini. Gelatin dan carbonate apatite (CHA) telah dikembangkan sebagai material pembawa obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inkorporasi metronidazole pada membran gelatin-CHA terhadap viabilitas sel fibroblas Vero. Material gelatin-CHA pada penelitian ini dibuat dalam bentuk membran dengan perbandingan komposisi 4:6 kemudian diinkorporasikan larutan metronidazole dengan konsentrasi 0,05%, 0,1%, dan 0,2%. Subjek penelitian dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing terdiri dari 3 sumuran biakan sel fibroblas Vero. Kelompok perlakuan terdiri atas kelompok sel saja (TM), kontak membran (M), serta kontak membran inkorporasi metronidazole konsentrasi 0,05%(M005), 0,1% (M01), dan 0,2%(M02). Pengamatan viabilitas sel dilakukan menggunakan metode dye exclusion pada jam ke-24 dan jam ke-48 setelah kontak membran dengan kultur. Pengamatan pada jam ke-24 menunjukkan persentase viabilitas sel fibroblas Vero pada kelompok TM, M, M005, M01, dan M02 berturut-turut adalah 100%, 90,67%, 93%, 88%, dan 84,33% di jam ke-24, sedangkan pada jam ke-48 pada 98%, 84,33%, 92,33%, 86,67%, dan 90%. Analisis varians satu jalur digunakan untuk menganalisis hasil secara statistik. Kesimpulan yang diperoleh adalah tidak terdapat perbedaan viabilitas sel fibroblas Vero yang signifikan antar kelompok membran gelatin-CHA dan membran gelatin CHA dengan inkorporasi metronidazole (p>0,05). Membran gelatin-CHA dengan inkorporasi metronidazole dapat digunakan sebagai alternatif penanganan periodontitis.
Periodontitis is an oral health problem caused by bacterial infection. Scaling, root planing, and antibiotic application are among procedures to treat periodontitis. Metronidazole is drug of choice for periodontitis treatment, but also being known for causing toxicity. Drug delivery system is considered as proper technology to minimize the effect. Gelatin and carbonate apatite (CHA) are recognized for drug delivery. The purpose of this research is to investigate the effect of metronidazole incorporation in gelatin-CHA membrane towards cell viability of Vero fibroblast. The gelatin-CHA materials was prepared as membrane with 4:6 composition, then metronidazole was incorporated in concentration of 0,05%, 0,1%, and 0,2%. Subjects were divided into 5 groups: cell-only group (TM), membrane-applied group (M), and metronidazole-incorporated-membrane applied group with 0,05% concentration (M005), 0,1% (M01), and 0,2% (M02). Each group consist of 3 wells of Vero fibroblast. Cell viability was evaluated with dye exclusion method at 24-h and 48-h after membrane application. The result showed that cell viability in TM, M, M005, M01, and M02 are 100%, 90,67%, 93%, 88%, dan 84,33% at 24-h, meanwhile the result at 48-h observation were 98%, 84,33%, 92,33%, 86,67%, and 90% respectively. The One Way analysis of variance was applied to analyze the result statistically. It was found that there was no significant difference on the cell viability among groups (p>0,05) and concluded that there was no significant difference showing that gelatin-CHA membrane and metronidazole incorporated gelatin-CHA membrane are biocompatible devices to treat periodontitis.
Kata Kunci : gelatin, karbonat apatit (CHA), fibroblas, viabilitas, uji dye exclusion, biokompatibilitas