BLOK CEPU DALAM BINGKAI BLOK BOJONEGORO: Analisis Framing Pemberitaan Seputar Pertambangan Migas Blok Cepu pada Tabloid Blok Bojonegoro Periode 2011 sampai 2013
ACHMAD CHOIRUDIN, Dr. Kuskridho Ambardi, M.A
2015 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASISkripsi ini mengulas bagaimana media lokal tabloid Blok Bojonegoro mengkonstruksi diskursus pemberitaan (news discource) seputar operasi pertambangan migas Blok Cepu di Bojonegoro melalui strategi pembingkaiannya (framing). Sebagai sumber dan operasi pertambangan migas dengan kandungan melimpah, Blok Cepu menjadi isu penting baik di level nasional maupun lokal. Diskursus publik yang mengemuka di level lokal adalah pemaknaan Blok Cepu sebagai berkah sekaligus kutukan, sehingga bergema diskursus usaha untuk berkelit dari kutukan sumber daya alam. Pemberitaan media lokal merupakan variabel penting pembentuk diskursus publik tersebut. Lewat metode analisis kualitatif, skripsi ini berupaya menjawab tiga pertanyaan: a) bagaimana tabloid Blok Bojoneoro mengkonstruksi bingkai pemberitaan seputar isu pertambangan migas Blok Cepu?; b) bagaimana bingkai-bingkai tersebut beresonansi dengan diskursus publik yang mengemuka di Bojonegoro?; dan c) bagaimana pemberitaan dengan strategi pembingkaian itu memenuhi fungsi normatif media dalam demokrasi dan nilai-nilai jurnalisme? Skripsi ini menggunakan dua level analisis: tekstual dan konstekstual. Pada level tekstual, mula-mula ia menunjukkan empat tema utama pemberitaan: Pemerintah Pusat versus Pemerintah Daerah, kesiapan Pemerintah Daerah, nasib pribumi, dan sikap operator dan kontraktor. Menggunakan model analisis framing dari Zondang Pan dan Gerald M. Kosicki, skripsi ini menemukan pembingkaian pada empat tema pemberitaan sebagai berikut: Pemerintah Pusat mengabaikan Pemerintah Daerah, Pemerintah Daerah belum siap, nasib pribumi sebagai korban, dan sikap operator dan kontraktor setengah hati. Analisis kontekstual mengelaborasi resonansi bingkai-bingkai tersebut dengan diskursus publik. Bingkai-bingkai tersebut menemukan kebersesuaian sekaligus ketidakbersesuaian dengan pandangan-pandangan tertentu dari berbagai aktor yang mengisi diskursus publik seputar isu pertambangan migas Blok Cepu. Pemberitaan tabloid Blok Bojonegoro yang mengulas isu seputar operasi pertambangan migas Blok Cepu dengan berbagai tema tersebut secara umum memenuhi fungsi normatifnya dalam demokrasi, khususnya dalam konteks demokratisasi pengelolaan sumber daya alam. Namun demikian, pembingkaian itu dikonstruksi dengan terkadang mengorbankan prinsip-prinsip jurnalisme seperti informativeness, kelengkapan, dan keberimbangan berita.
This study examines framing in the Blok Bojonegoro tabloid news coverage of Cepu Block oil and gas mining operation in Bojonegoro. As Cepu Block oil and gas mining operation is regarded both as a blessing and a curse, a public discourse concerning the efforts to escape from the resource curse arises at the local level. Through its news framing, Blok Bojonegoro has a significant role to construct the public discourse. Employing qualitative method, this study uses two levels of analysis: textual and contextual. On the textual level, it attempts to identify the frames of Blok Bojonegoro news coverage of the issue; then for the contextual level, it explores resonance of the frames with the public discourse and assesses the news coverage with the frames as a manifest of media journalism performance in democracy. The first level of analysis initially found four themes of news coverage, then identified a frame in each theme: (a) the central government ignores local (Bojonegoro) interests, (b) the local government is not ready for protecting local interests, (c) local people become the victim of oil and gas mining operation, and (d) oil and gas mining company complies with local interests half-heartedly. The latter elaborates the resonance of the frames in local public discourse. The frames correspond�and at the same time are not in accordance�with various views of certain actors involved in the public discourse. As a local news media, Blok Bojonegoro tabloid basically performs its normative functions in democratic society: inform the citizenry and scrutinize those who govern. Nevertheless, the news coverage partly does not comply with journalism values including informativeness, fairness, and correctness and effectiveness of scrutiny, for the sake of reinforcing the frames constructed.
Kata Kunci : news framing, local media, Cepu Block oil and gas mining operation, resonance of frames with public discourse, normative functions of media, journalism value