Laporkan Masalah

Peran Guru dalam Menerapkan Pendidikan Multikultural (Studi di SD Sanggar Anak Alam Bantul)

SARONA GAHARU, Dr. Suharko, S.Sos, M.Si

2014 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

ABSTRAK Peran Guru dalam Menerapkan Pendidikan Multikultural (Studi di SD Sanggar Anak Alam Bantul) Stereotipe terhadap golongan tertentu, Tawuran antar pelajar, anak tidak mau sekolah karena diolok-olok temannya, pertengkaran antar organisasi masyarakat dan kekerasan sering terjadi di masyarakat. Semua konflik tersebut merupakan masalah multikultural, seharusnya dapat dicegah dengan mengoptimalkan peran guru dalam mempraktekkan konsep pendidikan multikultural. Akar permasalahan multikultural terletak pada individu yang tidak mampu merefleksikan nilai keadilaan dan kemanusiaan. Perlu adanya usaha membangun perspektif yang berkeadilan sosial dan manusiawi. Perspektif tersebut dapat dibangun melalui pendidikan multikultural.Guru merupakan salah satu agen penting dalam menjalankan konsep pendidikan multikultural. Guru menjalin relai dan mempraktekkan semua desain pendidikan yang dibangun oleh sekolah. Rumusan masalah penelitian ini (1) mengetahui tipologi pendidikan multikultural yang digunakan oleh guru, (2) mendeskripsikan peran guru dalam menerapkan konsep pendidikan multikultural melalui interaksi belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif., yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Peneliti secara aktif melakukan interaksi dengan subyek yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara semi terstruktur dan data sekunder. Informan dalam penelitian meliputi pendiri SD Salam, guru, anak didik dan orangtua. Teknik analisis menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan suatu fenomena dan fakta. Hasil penelitian menunjukan tipologi pendekatan pendidikan multikultural yang digunakan oleh guru SD Salam adalah pendekatan Hubungan Manusia (Human Relation). Guru memperhatikan anak secara personal dan menjalin hubungan yang humanis bukan otoriter. Melalui komunikasi 2 arah, terjalin relasi seperti layaknya teman. Guru selalu mengutamakan komunikasi, diskusi dan kesepakatan kepada anak-anak. Komunikasi dan kesepakatan dilakukan kepada semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus. Melalui diskusi, perbedaan diolah menjadi hal yang wajar. Setiap diskusi menghasilkan kesepakatan bersama. Melalui kesepakatan bersama guru menerapkan nilai-nilai universal kemanusiaan Kemudian, peran guru dalam menerapkan pendidikan multikultural di SD Salam yaitu guru berperan sebagai fasilitator, guru berperan memahami keunikan individu dan guru berperan membangun hubungan yang humanis kepada setiap anak, orangtua dan masyarakat. Peran tersebut, sejalan dengan konsep pendidikan multikultural yang dibangun oleh SD Salam : Menerapkan keadilan sosial melalui memberi kesempatan setiap anak untuk mengalami proses belajar. Anak berkebutuhan khusus juga memiliki kesempatan belajar di SD Salam. Menerapakan kemanusiaan melalui memberikan ruang kepercayaan kepada anak, dialog, kesepakatan dan tidak menjauhkan anak dari lingkungannya.

ABSTRACT Teacher's Role in Applying Multicultural Education (Study at Sanggar Anak Alam Elementary School, Bantul) Stereotypes to wards some particular groups, brawl among students, mockery resulting in childrens unwillingness to attend schools, violence and clash between organizations in the society. All of the conflicts mentioned above are instances of multicultural problems, in which optimizing teacher's role in the implementation of multicultural educations concept plays an important part in tackling and avoiding them. The root of multicultural problems lies in ones inability in reflecting the value of humanity and impartiality, which is why, an effort to construct a perspective that satisfies the value, is needed. The perspective can be built through multicultural education. Teacher is one of the most important agents in the execution of multicultural educations concept. Teacher builds a relation and runs all education design built by the school. The formulation of the problem in this research is, (1) finding the typology of multicultural education used by teachers, (2) describing teacher's role in implementing multicultural educations concept through interactive study process. This research uses qualitative research methods, aiming to comprehend a phenomenon in social context naturally with emphasis on communication interactions process between the researcher and the researched phenomenon. Researcher actively interacts with the subject of the research. The data in this research is obtained by using data-collecting technique; Observation, semi-structured interview, and secondary data.The respondents in this research are the founder of Salam elementary school, teachers, students, and their parents. Qualitative approach is used as analysis technique to describe certain facts and phenomenon. The result of the research shows that the typology of multicultural educations approach used by the teachers of Salam elementary school is human relation approach. Teachers keep track of student personally and build a human not authoritative a relation. Through 2 ways communication, a friendly and harmonic relation is built. Teachers always prioritize and implement communication, discussion, and agreement to the children, including the children with special needs. Through the discussion, differences are treated as normal things, in which each discussion produces mutual agreement. Through this mutual agreement, teachers implement humanity universal values. Later on, in implementing multicultural education in Salam elementary school, teachers act as facilitators, ones who understand each individual uniqueness, and ones who build a humane relationship to the students, parents, and society. These roles conform to multicultural educations concept built by Salam elementary school: implementing social impartiality by giving chances to every single child to experience the study process, including children with special needs, and also implementing humanity by trusting the children, communicating, having agreements with them, and not keeping them away from their social circle.

Kata Kunci : Pendidikan Multikultural, Peran Guru, SD Salam Bantul.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.