OPTIMALISASI dan ANALISIS SENSITIVITAS PERENCANAAN PRODUKSI UNIT PENGOLAHAN IKAN MINO NGUDI LESTARI
MARIA ARUMINGTYAS, Ir.Pujo Saroyo, M.Eng.Sc;Novita Erma Kristanti, STP,MP
2015 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANUnit Pengolahan Ikan (UPI) Mino Ngudi Lestari merupakan salah satu industri perikanan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. UPI Mino Ngudi Lestari berdiri sejak bulan Juli 2012 dan bertempat di Dusun Nayan. Produk yang diproduksi oleh UPI ini adalah baby nila crispy, nugget, bakso, otak-otak, sosis, rolade, dan stik jani. Permasalahan yang terjadi di UPI Mino Ngudi Lestari berawal dari perencanaan produksi yang belum dilaksanakan oleh industri. Hal itu mengakibatkan industri tidak mengetahui jumlah dan jenis produk yang harus diproduksi setiap kali produksi. Perencanaan produksi dimulai dengan melakukan peramalan penjualan terhadap produk yang ada di UPI Mino Ngudi Lestari, yaitu baby nila crispy, bakso, otak-otak, dan nugget. Peramalan penjualan digunakan untuk masukan sebagai kendala saat melakukan perencanaan agregat. Perencanaan agregat dilakukan dengan menggunakan Metode Transportasi Bowman. Proses perencanaan agregat dilakukan dengan menyusun Matriks Transportasi Bowman terlebih dahulu. Dari matriks tersebut dapat ditentukan variabel keputusan, fungsi tujuan, dan fungsi kendala untuk meminimasi biaya produksi. Setelah didapatkan rencana produksi optimal bagi industri, dilakukan analisis sensitivitas untuk melihat seberapa jauh variabel-variabel produksi dapat berubah agar tidak mempengaruhi hasil biaya produksi optimal yang didapatkan. Berdasarkan hasil penelitian, rencana produksi optimal didapatkan dengan melakukan produksi reguler ataupun dengan memanfaatkan inventory yang ada. Produk baby nila crispy, nugget, dan bakso menggunakan inventory dari bulan Januari hingga Maret dan melakukan produksi reguler dari bulan Maret hingga Desember. Sedangkan untuk produk otak-otak, inventory digunakan sampai bulan April. Biaya yang didapatkan dengan rencana produksi tersebut lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan UPI saat ini untuk melakukan produksi. Hal itu disebabkan UPI kurang mempertimbangkan penyimpanan saat proses produksinya.
Fish Processing Unit (UPI) Mino Ngudi Lestari is one of fish industries in Special Region of Yogyakarta. UPI Mino Ngudi Lestari was established since July 2012 and located at Nayan village. There are some products produced by this unit, such as crispy nila baby, nugget, meatball, otak-otak, sausage, rolade, and jani steak. The inappropriate production planning on the industry caused some problems like the difficulty on identifying the number and the variety of products being manufactured. It is actually the trigger which eventually motivates people to start this unit. The production planning starts from forecasting the selling towards the products which are available at UPI Mino Ngudi Lestari, such as crispy nila baby, meatball, otak-otak, and nugget. Forecasting sales was employed as an input or constraint while planning the aggregate. Aggregate planning was conducted by using Bowman Transportation Matrix. It was started by arranging Bowman Transportation Planning as the first step. By finding out those matrix, decision variable, purpose function, and constraint function to minimize the budget were identified. After achieving the optimum production planning for the industry, sensitivity analysis was executed to monitor how far the change of the production variables which might affect the optimum production budget. According to the result of this study, optimum production plan was achieved by conducting a regular production or by making the best use of the available inventory. The inventory dated from January till March was utilized on the production of some products, like crispy nila baby, nugget, and meatball. Besides, a regular production was organized from March until December. Especially for otak-otak, the inventory was used till April. When using those production plan, the budget was significantly smaller than the one allocated by UPI this time. This happened since the storage system was not well managed during the production process.
Kata Kunci : peramalan, perencanaan agregat, Transportasi Bowman, inventory