Uji Daya Analgetik Serbuk Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Menggunakan Metode Rangsang Kimia yang Dimodifikasi pada Mencit Jantan Galur DDY
VANESSA, Arief Rahman Hakim, M.Si, Apt.; Dr. Arief Nurrochmad, M.Si., M.Sc., Apt.
2015 | Skripsi | S1 FARMASICacing tanah (Lumbricus rubellus) memiliki peranan yang penting dalam ekosistem, yang berperan sebagai pengurai sisa-sisa organik sehingga dapat menyuburkan tanah. Cacing tanah banyak dimanfaatkan secara empirik dalam berbagai pengobatan tradisional. Berbagai penelitian mengenai efek cacing tanah telah dilakukan, namun belum ada penelitian mengenai efek analgetik dari cacing tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgetik dan nilai daya analgetik dari serbuk cacing tanah pada mencit jantan galur DDY. Pengujian efek analgetik ini dilakukan dengan metode rangsang kimia yang dimodifikasi. Digunakan larutan asam asetat i.p 1,5% (b/v) dengan dosis 300 mg/kgBB sebagai penginduksi nyeri. Hewan uji yang digunakan adalah mencit galur DDY yang berjumlah 36 ekor yang dibagi dalam 6 kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor mencit yang diberi perlakuan p.o. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberi perlakuan suspensi Na-CMC 0,5%, kelompok II sebagai kontrol positif diberi perlakuan suspensi parasetamol dengan dosis 65 mg/kgBB, kelompok III-VI diberi perlakuan suspensi serbuk cacing tanah (SCT) dengan dosis 130, 260, 390, dan 520 mg/kgBB. Pengamatan dilakukan dengan menghitung jumlah geliat mencit setiap 5 menit selama 60 menit. Daya analgetik ditunjukkan dengan adanya penurunan jumlah geliat mencit yang dihasilkan oleh kelompok uji SCT terhadap kontrol negatif yang dinyatakan dalam bentuk persen. Daya analgetik yang didapatkan oleh kelompok uji SCT dosis 130, 260, 390, dan 520 mg/kgBB secara berurutan adalah 41,43; 40,99; 39,48; dan 46,64%, sedangkan parasetamol dosis 65 mg/kgBB menunjukkan daya analgetik sebesar 37,53%. Dari hasil analisis ANOVA satu jalan, diketahui bahwa persen daya analgetik SCT dengan berbagai peringkat dosis tidak berbeda signifikan dengan parasetamol.
Earthworms (Lumbricus rubellus) play an important role in environment, act as organic decomposers and enrich the soil. Earthworms are used empirically in traditional medicines. A lot of experiments of the effect of earthworms had been done, yet there was no research on the analgesic effect of earthworm. This study aimed to determine the analgesics effect of earthworms and analgesic value in DDY strain male mice. This study was conducted with modified writhing test method using 1,5% (w/v) asetic acid solution i.p at dose 300 mg/kg as pain inducer. This study used 36 DDY strain male mice which equally divided into 6 groups. Group I as negative control group was treated with 0,5% Na-CMC suspension p.o. Group II as positive control group was treated with paracetamol dose 65 mg/kg p.o. Group III-VI were treated with various doses of earthworm suspension at dose 130, 260, 390, and 520 mg/kg. Observations were carried out by counting the mice writhing every 5 minutes in 60 minutes. Analgesic value was shown by the decreasing of mice writhing in earthworm suspension group toward negative control expressed in term of percent. The Percentage of analgesic value of earthworm suspension group from dose 130, 260, 390 to 520 mg/kg were 41,43; 40,99; 39,48; and 46,64%, whereas paracetamol group dose 65 mg/kg showed analgesic value at 37,53%. From one way ANOVA analysis could be concluded that there was s no significant difference of analgesic effect between earthworm suspension group and paracetamol group
Kata Kunci : Lumbricus rubellus, analgesics, modified writhing test