PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DARI JAMU TRADISIONAL YANG MENGANDUNG BAHAN KIMIA OBAT DI KOTA YOGYAKARTA
DINI HARPINA SUCI S, Dina Widyaputri K., S.H., L.L.M
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMPenelitian ini yang berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen dari Jamu Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Obat di Kota Yogyakarta adalah untuk mengetahui upaya pemerintah untuk melindungi konsumen dari peredaran jamu tradisional yang mengandung bahan kimia obat di Kota Yogyakarta. Penelitian ini juga mempelajari peran dari BBPOM di Yogyakarta dalam pengawasan terhadap peredaran jamu tradisional yang mengandung bahan kimia obat serta cara-cara untuk mengatasi kesulitan dalam pengawasan. Penelitian yang bersifat yuridis empiris melibatkan penelitian kepustakaan untuk mendapatkan data terkait dari bahan-bahan hukum yang terbagi menjadi tiga kategori yakni: bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Penelitian lapangan juga dilakukan dengan menggunakan metode wawancara untuk memperoleh informasi empiris. Hasil penelitian menunjukan bahwa BBPOM di Yogyakarta menggunakan pengawasan pre-market dan post-market untuk melindungi konsumen. BBPOM di Yogyakarta mengoptimalkan pendidikan konsumen, pengawasan post-market serta promosi peraturan perundang-undangan yang terkait terhadap petugas untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ditemukan dalam pengawasan.
One of the objectives of the thesis with the title, Legal Protection toward Consumers of Indonesian Traditional Medicine That Contains Chemical Medicine in Yogyakarta City was to determine the government’s effort to protect consumers from the circulation of Indonesian traditional medicine that contains chemical drugs in Yogyakarta City. The research also studied the function of Indonesia’s National Agency of Food and Drug Control (BBPOM) in supervising Indonesian traditional medicine that contains chemical substances and ways to overcome obstacles that are found in the surveillance. The research was carried out in an empirical juridical method that involved collecting required data from legal sources. The legal resources were divided into three categories: primary sources, secondary sources and tertiary sources. Field research was conducted as well by utilizing interview approach to obtain empirical information. The study found that BBPOM in Yogyakarta City uses pre-market and post-market surveillance in order to protect the consumers. BBPOM in Yogyakarta optimizes consumer education regarding Indonesian traditional medicine as well as post-market surveillance and promotes the related regulations to its officers to cope with difficulties faced in the supervision.
Kata Kunci : Jamu Tradisional, Perlindungan Konsumen, Indonesian Traditional Medicine, Consumer Protection