TERORISME DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF JEAN-PAUL SARTRE
ACHMAD FAZLURRAHMAN, Dr.Supartiningsih
2015 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFATTerorisme sebagai fenomena sosial tentu bukanlah suatu agenda yang tanpa makna dan tanpa tujuan, karena terorisme adalah hasil dari refleksifitas kesadaran manusia. Refleksifitas kesadaran manusia berarti manusia membentuk dirinya sendiri, meresapi, memahami dan memberikan makna dengan caranya sendiri atas apa yang diperbuatnya di dunia. Melalui penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mencari akar penyebab persoalan terorisme di Indonesia, mengevaluasi pemikiran Jean-Paul Sartre dan menemukan maksud yang terdalam dari fenomena terorisme di Indonesia melalui keberadaan manusia itu sendiri. Penelitian ini menggunakan model penelitian masalah aktual yaitu persoalan terorisme khususnya di Indonesia. Selanjutnya, data yang diperoleh ditinjau secara filosofis melalui pemikiran Jean-Paul Sartre dan dianalisa melalui unsur metodis sebagai berikut; interpretasi, koherensi intern dan kesinambungan historis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terorisme adalah kesimpulan yang terlalu terburu-buru (prematur) dari refleksi kesadaran pelaku teror sebagai akibat dari absurditas dunia pengalaman. Akibatnya, terorisme justru tampil sebagai negasi dari kehidupan dan harapan manusia.
Terrorism as a social phenomenon, it's impossible based on something without meaning and purpose, because social reality is always about cogitoreflexsive of human. That means; human constructing itself, impregnating and understanding itself for interpet itself to exist in the world.. Therefore, researcher want to find the deeper reason about acts of terorism in Indonesia by existence of human. The study used the actual-problem model. So, the process of this study is through data collection and collecting all related literature of the object research, both existentialism of Sartre and Indonesian terrorism. Furthermore, the data obtained are interpreted, analyzed by internal coherence method and historical continuity. The results of study is indicated terrorism is too hasty conclusion (premature) of the cogito-reflexsive of terrorists as a consequence of the absurdity of world. As a result, terrorism actually appear as a negation of life and human expectations.
Kata Kunci : terrorism, existentialism, and cogito-reflexsive.