Laporkan Masalah

PENGARUH APLIKASI GEL EKSTRAK MEMBRAN KULIT TELUR AYAM 10% TERHADAP KETEBALAN EPITEL PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA (Kajian pada Rattus norvegicus)

GILANG JATI P, drg. Kwartarini M.,Sp.Perio(K),Ph.D ; drg.Hendrawati, M.Kes

2014 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Penyembuhan luka merupakan reaksi organisme multiseluler terhadap luka jaringan, dengan peningkatan ketebalan epitel sebagai salah satu parameternya. Membran kulit telur ayam memiliki potensi dalam mempercepat proses penyembuhan luka karena mengandung glukosamin, asam hialuronat dan kolagen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi gel ekstrak membran kulit telur konsentrasi 10% terhadap ketebalan epitel dalam penyembuhan luka gingiva (kajian pada Rattus norvegicus). Dua puluh tujuh ekor tikus Rattus Norvegicus, berumur 2-3 bulan, dibagi dalam 3 kelompok; kontrol positif, perlakuan, dan kontrol negatif. Luka dibuat dengan punch biopsy berdiameter 2,5mm, kemudian kontrol positif diaplikasikan Hyadent gel, kelompok perlakuan diaplikasikan gel ekstrak membran kulit telur ayam, dan kontrol negatif diaplikasikan CMC-Na, masing-masing 2 kali sehari selama 1 menit. Tiga ekor tikus dari tiap kelompok dilakukan euthanasi pada hari ke-3, 5, dan 7. Jaringan luka diambil dan dibuat sediaan histologis dengan pengecatan Hemaktosilin Eosin. Pengamatan ketebalan epitel dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya. Data dianalisis dengan ANAVA dua jalur dan uji LSD. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang tidak berkmakna (p>0,05) antara kelompok perlakuan dan kontrol positif, tetapi antara kelompok perlakuan dan kontrol negatif ada perbedaan yang bermakna (p<0,05) pada hari ke-3 dan ke-7 pengamatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi gel ekstrak membran kulit telur ayam konsentrasi 10% berpengaruh meningkatkan ketebalan epitel dalam penyembuhan luka gingiva tikus (Rattus norvegicus).

Wound healing is a multicellular organism reaction to tissue trauma, which increase of the epithelial thickness as one of its parameters. Eggshell membrane contains nutrients that have role in enhancing wound healing process such as glucosamine, hyaluronic acid, and collagen. The objective of this research is to determine the effect of 10% eggshell membrane extract gel against epithelial thickness in gingival wound healing (studies on Rattus norvegicus). Twenty seven Rattus Norvegicus rats were divided into 3 groups; positive control, treatment, and negative control. The wound was made with 2.5 mm diameter punch biopsy, then each wound of positive control group was administered Hyadent gel, treatment group was administered 10% eggshell membrane extract gel, and negative control group was administered CMC-Na, twice a day for 1 minute. Three rats from each group were euthanasized for histological evaluation at 3, 5, and 7 days and the specimens were stained with HE. Observation of epithelial thickness used microscope. Data were analyzed by two way ANOVA and LSD test. The results showed that there was no significant difference (p>0,05) between treatment group and positive control, but there were significant differences (p<0,05) between treatment group and negative control days 3 and 7. The conclusion of this research was application of 10% eggshell membrane extract gel increased the epithelial thickness in the gingival wound healing of rat (Rattus norvegicus).

Kata Kunci : eggshell membrane extract gel, wound healing, epithelial thickness


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.