Laporkan Masalah

PENENTUAN PERSEBARAN RESERVOAR GAS METANA BATUBARA UNTUK PERHITUNGAN SUMBERADAYA PADA FORMASI MUARA ENIM, BLOK AA, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN

MUHLASH HADA FIRMANSYAH, Dr.Ing. Donatus Hendra Amijaya, S.T., M.T.

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGI

Blok AA merupakan blok eksplorasi gas metana batubara (CBM) di Cekungan Sumatera Selatan. Secara adminstratif, blok ini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Blok AA, memiliki luas sekitar 534.2 km2 dengan target eksplorasinya adalah Formasi Muara Enim. Selama ini pembagian reservoar gas metana batubara di Formasi Muara Enim mengacu pada pembagian kelompok batubara menurut Shell Mijnbouw tahun 1978, yang didasarkan pada konsep litostratigrafi. Kesulitan utama dalam penggunaan konsep ini adalah mengetahui kemenerusan seam batubara di lokasi penelitian. Dalam penelitian ini digunakan konsep parasekuen dalam pembagian reservoar gas metana batubara untuk mengatasi kesulitan tersebut. Hasil analisa parasekuen digunakan untuk menentukan persebaran reservoar gas metana batubara dengan pendekatan pemodelan 2D yang berbasis pada metode geostatistik. Tujuan utama penyusunan model 2D dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan peta persebaran batubara serta mengestimasi potensi gas metana batubara di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian berada pada lingkungan tidal dominated delta, yang terbagi atas 3 sublingkungan pengendapan, yakni sub-tidal, intertidal, dan supratidal. Analisa lingkungan pengendapan menunjukkan adanya potensi batubara yang sangat besar, terutama dihasilkan dari sub lingkungan supratidal. Dijumpai 6 coal seam dalam 5 parasekuen yang dapat dianggap sebagai kandidat reservoar. Secara umum, seam batubara sangat berkembang di daerah Selatan, yang kemudian akan semakin menipis ke arah Barat Laut. Hasil perhitungan sumberdaya CBM pada seam yang dianggap paling potensial sebagai reservoar, hanya memberikan hasil sebesar 0.027TCF, oleh karena sebagian besar seam batubara telah tersingkap dan kandungan gasnya yang rendah.

AA block is a coalbed methane (CBM) exploration block, which is located on South Sumatera Basin. Administratively, this block is located in Kabupaten Musi Banyuasin. Block AA, has an area of approximately 534.2 km2 wide with Muara Enim Formation as exploration target. So far, the coalbed methane reservoir division in Muara Enim Formation refers to the coal grouping according to the research of Shell Mijnbouw in 1978, which is based on the concept of lithostratigraphy. The main difficulty to use this concept was to determine continuity of the coal seam at the study area. In this study the parasequence concept was used in coal bed methane reservoir division to solve these difficulties. Parasequence analysis results are used to determine the distribution of coal bed methane reservoir with 2D modeling approach based on geostatistical methods. The main purpose 2D modeling in this research is to produce maps that represent the distribution of coal and estimating coal bedmethane resource. The results showed that the study area is located on tidal dominated delta depositional environment, which is divided into 3 sub depositinal environment, sub-tidal, intertidal, and supratidal. Depositional environment analysis showed the presence of very large coal reserves, mainly produced from supratidal sub depositional environment. There are 6 coal seams within 5 parasequence which can be considered as a candidate reservoir. In general, the coal seam is highly developed in the south, which will be thinned to the northwest. The results of calculations on the seam coal resources with the greatest potential as a reservoir, only give about 0.027TCF, due to most of the coal seam has been exposed and a low gas content.

Kata Kunci : coalbed methane, persebaran reservoar, perhitungan sumberdaya, parasekuen, Cekungan Sumatera Selatan, reservoir distribution, resource calculation, parasequence, South Sumatera Basin