Pemanfaatan Teknologi Pnginderaan Jauh Untuk Moinitoring Densifikasi Bangunan Di Daerah Perkotaan Magelang
VEMBRI SATYA NUGRAHA, Drs. Zuharnen, M.S.
2015 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHPenelitian ini memanfaatkan teknik interpretasi hibrida untuk mengkaji fenomena densifikasi bangunan di daerah perkotaan Magelang. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) pemetaan kepadatan bangunan daerah perkotaan Magelang menggunakan teknik interpretasi hibrida dari citra Landsat multitemporal; (2) Menganalisis pertumbuhan densifikasi bangunan di daerah perkotaan Magelang. Pemetaan kepadatan bangunan pada penelitian ini menggunakan data utama berupa citra penginderaan jauh multitemporal (tahun 1995, 1999, 2003, 2009, 2013). Metode dalam proses penyadapan informasi kepadatan bangunan menggunakan teknik interpretasi hibrida, yaitu penggabungan interpretasi visual untuk delinasi satuan lahan terbangun, dan analisis digital untuk identifikasi tingkat kepadatan bangunan. Analisis pertumbuhan densifikasi bangunan dilakukan dengan mengkaji secara spasial pola densifikasi bangunan, kecepatan densifikasi bangunan dan arah densifikasi bangunan pada peta densifikasi bangunan multitemporal. Uji akurasi peta kepadatan bangunan hasil interpretasi hibrida dilakukan dengan membandingakan secara spasial dengan peta kepadatan rujukan. Peta kepadatan bangunan hasil interpretasi hibrida memiliki tingkat akurasi keseluruhan sebesar 84,86 %, sehingga masih memiliki tingkat validitas yang dapat diterima. Densifikasi bangunan di daerah perkotaan Magelang memiliki kecepatan sebesar 95 hektar per tahun dan cenderung terjadi pada daerah dengan tingkat aksesibilitas baik. Pada umumnya densifikasi bangunan terjadi pada kelas kepadatan rendah menjadi kepadatan tinggi, dengan arah densifikasi cenderung ke arah utara dan kea rah selatan.
This study utilizes a hybrid interpretation technique for studying the phenomenon of buildings densification in urban areas of Magelang. The aims of this study are: (1) mapping the buildings density in urban areas Magelang by using hybrid interpretation techniques of multitemporal Landsat imagery; and (2) analyzing the building densification growth in urban areas of Magelang. The mapping of the buildings density in this research used primary data in the form of multitemporal remote sensing images (1995, 1999, 2003, 2009, 2013). The methods applied in the process of wiretapping the information of building density used the hybrid interpretation techniques, namely the incorporation of visual interpretation for established land units delineation, and digital analysis to identify the level of building density. The analysis of the growth of building densification was done by assessing spatial patterns of building densification, building densification speed and direction of the building densification on the multitemporal building densification map. The test of the accuracy of the building density map from hybrid interpretation was done by applying spatial comparison with reference density maps. The building density map from the hybrid interpretation has an overall accuracy rate of 84.86%, so it still has an acceptable level of validity. The densification of buildings in urban areas Magelang has a speed of 95 hectares per year and tends to occur in areas with good accessibility. In general, building densification occurs at low density grade into high density, with the direction of densification tend to expand northwards and southwards.
Kata Kunci : Interpretasi Hibrida, Citra Landsat, Kepadatan Bangunan, Densifikasi Bangunan, Hybrid Interpretation, Landsat, building density, building densification