Laporkan Masalah

Strategi pengelolaan kebersihan di Kota Pekanbaru

RAIHAN, M, Dr. Yeremias T. Keban

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Dalam kehidupan sehari-hari masalah kebersihan merupakan persoalan yang sangat strategis dan menyangkut berbagai aspek kehidupan manusia. Permasalahan ini menjadi lebih strategis apabila kita tidak pernah selesai dan tuntas menanganinya seiring dengan kelangsungan hidup manusia dimuka bumi ini. Sehubungan ha1 tersebut diperlukan managemen secara tepat dan memadai. Berdasarkan pertimbangan inilah, penulis mengkaji kemampuan manajemen dan masalah-masalah yang dihadapi Dinas Kebersihan Kota Pekanbaru, dengan harapan hasil kajian ini dapat menjadi pertimbangan dalam penentuan kebijakan pengelolaan kebersihan pada masa yang akan datang. Bahasan dalam tesis ini dilakukan melalui perspektif manajemen strategis, antara lain mengkaji segala perubahan yang terjadi dan mungkin terjadi pada lingkungan strategis baik internal maupun eksternal. Tahap selanjutnya, dari hasil analisis lingkungan diiakukan identifikasi berbagai kondisi atau faktor yang merupakan kekuatan maupun kelemahan serta peluang maupun tantangan, dengan menggunakan metode analisis SWOT. Dari hasil analisis SWOT, teridentifikasi beberapa isu strategis yang dihadapi Dinas Kebersihan, pertarna, terbatasnya kemampuan Dinas Kebersihan dalam mengelola kebersihan terutama pada sektor pemukiman. Kedua, koordinasi dengan instansi terkait dalam pengelolaan kebersihan belum berjalan optimal. Ketiga, perkembangan teknologi di dalam pengelolaan kebersihan belum dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Dinas Kebersihan. Keernpat, meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas peiayanan kebersihan. Dalam menentukan strategi yang harus diterapkan adalah berdasarkan hasil analisis SWOT. Perumusan strategi dilakukan dengan mempertimbangkan unsur-unsur kekuatan, kelemahan maupun peluang dan ancaman yang muncui. Dari hasil analisis tersebut, alternatif strategi yang dapat diimplementasikan adalah strategi maxi-maxi yaitu memaksimalkan kekuatan untuk meraih atau memanfaatkan peluang secara rnaksimal, khususnya untuk merespon isu pertama dan keempat. Sedangkan untuk merespon isu kedua dan ketiga lebih cocok digunakan strategi mini-mini, yaitu meminimaikan kelemahan untuk memperkecil dampak ancaman atau tantangan

In daily-life, the hygiene and sanitation is a problem that very strategic and it associates with several aspects of human being. This problem becomes more strategic issue if we ignored and never try to manage it totally throughout the survival of human life in the biosphere. For that reasons, it is needed management exactly and sufficiently. Based on this consideration, the writer analyzed the management capacity and the obstacles that face by Sanitation City Office of Pekanbaru (Dinas Kebersihan Kota). The result of this study is expected can be as input of decision making process in managing the sanitation problems in the future. The discussion in this thesis is conducted by using management strategic perspective, such as analyzing several of changing that occurred and probably happen in strategic environment both internal and external. The next stage, based on the result of environment analysis will identify a number of conditions and the factors of strengths, weaknesses, opportunities, and threats by using SWOT analysis method. Based on SWOT analysis, a number of issues that faces by Dinas Kebersihan in managing sanitation in Pekanbaru City were identified. First of all is lack of capability of Dinas kebersihan in managing sanitation, particularly for household sector. Second, the coordination with other sectors or institutions in managing the sanitation is not optimal yet. Third, the technology development in managing the sanitation is not utilizing yet by Dinas Kebersihan. the fourth is increasing community demand toward quality of sanitation services. In deciding the strategic, the SWOT analysis must be taken into account. Strategic formulation was conducted by considering the factors of strengths, weaknesses, opportunities, and threats that arise. Based on this analysis, the alternative strategic that can be implemented is Maxi-Maxi strategic, that is maximizing the strengths to gain or to use the opportunities maximally, particularly to response the first and the fourth issues. Meanwhile, to response the second and the third issues are more appropriate to use Mini-Mini strategic, which is minimizing the Weaknesses to decrease impact of threats and barriers

Kata Kunci : Dinas Kebersihan,Manajemen Pengelolaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.