PENERAPAN ILMU PSIKIATRI KEHAKIMAN DALAM MENENTUKAN KEMAMPUAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA
HENDY ANGGORO, Sigid Riyanto, S.H., M.Si.
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Psikiater dan penerapan ilmu Psikiatri Kehakiman dalam menentukan kemampuan pertanggungjawaban pidana. Penulisan hukum ini bersifat normatif empiris. Data diperoleh dengan wawancara lapangan dan penelitiaan kepustakaan untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Seluruh data yang diperoleh dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa ilmu Psikiatri Kehakiman berguna untuk menentukan kondisi kejiwaan seseorang dalam penentuan kemampuan pertanggungjawaban pidana, yang mana Psikiater sebagai dokter ahli jiwa memiliki peran untuk menjadi Ahli dalam proses perkara pidana. Selain itu ilmu Psikiatri Kehakiman tidak berjalan sendiri namun dapat juga berdampingan dengan ilmu pengetahuan lainnya terutama Psikologi. Ada serangkaian pemeriksaan yang harus dilakukan untuk menentukan kondisi kejiwaan seseorang, yang mana dari hasil pemeriksaan tersebut akan diterbitkan Visum et Repertum Psychiatricum demi kepentingan proses peradilan. Pada akhirnya nanti, adalah Majelis Hakim dalam sidang pengadilan yang akan menentukan apakah seseorang dapat dipertanggungjawabkan secara pidana atau tidak.
This research aims to ascertain the role of Psychiatrist and the application of Forensic Psychiatry Studies in determining criminal liability. This research was written with normative empirical method. Data used in this research was obtained by field interview and library research, in order to obtain primary and secondary data. All obtained data was then analyzed with qualitative method. The research shows that Forensic Psychiatry Studies is used to determine one's psychological & mental conditions in determining his/her criminal liability, where Psychiatry as an expert of such matter also holds the role as an expert witness in a legal proceeding. Forensic Psychiatry Studies doesn't stand on its own but also collaborate with other sciences, especially Psychology. There are numbers of examinations that must be conducted to determine one's psychological and mental conditions, whereas the result of the examinations will be used to publish a Visum et Repertum Psychiatricum as an evidence for the legal proceeding. Eventually, it will be the The Panel of Judges in the court that's going to decide whether some can be held criminally liable or not.
Kata Kunci : Psikiatri Kehakiman, Pertanggungjawaban Pidana