Laporkan Masalah

Pendekatan Filsafat Sejarah dalam Kajian "Subaltern Studies Group"

RAISA KAMILA HUMAM, Dr. Rr. Siti Murtiningsih

2015 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFAT

Skripsi ini berupaya memahami ragam pendekatan filsafat sejarah yang digunakan dalam kelompok studi Subaltern Studies Group. Kelompok studi ini didirikan oleh beberapa sejarawan muda asal India, seperti Ranajit Guha, Partha Chatterjee dan David Arnold. Kajian dan analisa yang dihasilkan oleh para sejarawan dalam kelompok studi ini lantas dihimpun dalam jurnal berkala yang bertajuk Subaltern Studies Pemilahan nama subaltern memiliki alasan yang bersifat politis, selain alasan akademis. Kata tersebut dipinjam dari konsep yang dikembangkan oleh filsuf asal Italia, Antonio Gramsci. Subaltern sendiri bermakna, orang-orang yang terpinggirkan, entah akibat ketimpangan ekonomi, struktur politik atau karena diskriminasi rasial. Dalam konteks India, kelompok subaltern ini, di masa kolonial maupun masa kemerdekaan seringkali hanya diperhitungkan sebagai kerumunan orang yang sekadar mengikuti arahan, baik dari pihak kolonial yang menindas, mau pun dari pihak elit nasional yang berupaya menjadi juru selamat. Kedua pendekatan tersebut mengasumsikan bahwa, kelompok subaltern ini pada dasarnya tidak memiliki daya tawar apapun dalam politik. Dalam perkembangannya, para sejarawan Subaltern Studies Group melalui proses yang cukup dinamis. Beragam pendekatan filsafat sejarah diuji-coba untuk sampai pada kesimpulan yang cukup objektif mengenai sosok subaltern tersebut. Rangkaian uji coba tersebut menghasilkan sejumlah kontradiksi teoritik sekaligus pertentangan antar anggota. Hal ini, turut menentukan konsep subaltern yang kemudian dipahami oleh masyarakat akademis saat ini. Untuk memahami dinamika ini, maka metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah studi kepustakaan terkait polemik, tinjauan dan analisa yang telah dilakukan sebelumnya. Melalui suatu upaya pemahaman secara epistemologis atas suatu konsep, maka diharapkan di kemudian hari penelitian yang dilakukan berdasarkan konsep tersebut dapat menjelaskan suatu permasalahan secara lebih terperinci dan jernih.

This thesis attempt to understand various ideas from the philosophy of history which is conducted in Subaltern Studies Group. This group study was initiated by a few Indian young historians, such as Ranajit Guha, Partha Chatterjee and David Arnold. Case study and analyses produced by these young historians was collected in a journal entitled, Subaltern Studies. The name subaltern has its political reason, beside the academic one. The word was borrowed from the Italian philosopher, Antonio Gramsci. Subaltern itself means, the marginalized people, either because of economic inequality, political structure or racial discrimination. As in India, the subaltern group, either during the colonial regime or after the independence, this subaltern group only considered as mere crowds with no political consciousness. Both of such perspectives assumed that, the subaltern group did not have bargaining position on any political agenda. On the development of Subaltern Studies Group, the members going through a dynamic process. In order to come for an objective understanding of the subaltern, the members conduct several experiments on various ideas from the philosophy of history. Such experiments resulted theoretical contradiction and disagreement among the members. However, such process determined the concept of subaltern understood by the academic community nowadays. To understand these dynamics, the method used in this thesis is literature study, which focuses on polemics, review and analysis that has been done before. Through an epistemological understanding of a concept, any study based on such concept could serve a better and thorough analysis.

Kata Kunci : subaltern, India, philosophy of history, filsafat sejarah

  1. S1-2015-302394-abstract.pdf  
  2. S1-2015-302394-title.pdf