Laporkan Masalah

Implementasi kebijakan program Pengembangan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Kampar Propinsi Riau :: Studi kasus desa Padang Luas Kecamatan Tambang

AZWAN, Dr. Nasikun

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Program Pengembangan Kecamatan (PPK) merupakan program yang dimaksudkan untuk mendukung leblh lanjut pelakanaan program IDT dengan tujuan mempercepat penanggulangan kemlrkinan aorta menlngkatkan kemampuan kelembagean mabyarakat dan aparat yang ditempuh melalul pemberlan modal usaha untuk pengembangan kegiatan usaha produktif dan pembangunan prasarana dan sarana ymg mendukung sosial ekonomi di pedesaan. Program ini menitikberatkan kepada pemberelayaan masyarakat yang pada hakekatnya adalah pemberian kesempatan kepada inasyarakat untuk menentukan kebutuhan nyata mereka dan memutuskan sendiri pilihm kegiatan secara demokrasi. Kabupaten Kampar pada tahun 2001 telah memasuld tahun ketiga pelaksanaan PPK, dalam laporan dan prafil pelaksanaannya temtasuk berhasil dalam pengimplementasian PPK, di mana Desa Padang Luas yang menjadi lokasi penelitian ini merupakan salah satu Desa di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar yang cukup menarik untuk diteliti kebehasilan implementasinya. PenelitIan In1 mencoba untuk menjawab dua pertanyaan yaitu (1) bagaimana proses implementasi dilaksanakan dan deviasi antara polky guidelines dengan realitas implementasi; (2) bagaimana kinerja implementasi dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi kebehasilan kinerja implementasi. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui ha1 tersebut di atas adalah dengan pendekatan Descrime Qualitafive yang memusatkan pada pemecahan masalah-masalah yang ada terutama masaiah-masalah yang bersifat aktual melalui data yang telah dikumpulkan kemudian disusun, dijelaskan selanjutnya dianalisa secara deskriptif. Dari hasil penelltian dlperoleh hasil bahwa proses implementasi PPK pada dasamya telah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan manual teknis PPK, walaupun masih dijumpai adanya devlasi seperti kecenderungah pelaku PPK untuk menghindari resiko kegagalan PPK dengan cara lebih memillh kegiatan prasarana sarana dibanding dengan kegiatan ekonomi produktE yang dlbebanl dengan kewajiban pengembalian dana pinjaman plus bunga pinjaman, kurang terakomodasinya kelompok miskln desa dalam PPK karena mereka sering kalah suara dalam mekanisme penentuan jenis kegiatan PPK. Berdasarkan analisis kineja implementasi, PPK telah menunjukkan keberhasilannya terutama dalam penguatan kelembagaan desa dalam menggerakkan partisipasi masyarakat pada setiap proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pelestariannya. Dan sisi hasil implementasi kegiatan pembangunan prasarana sarana menunjukkan bahwa masyarakat desa sudah mampu menentukan kebutuhan mereka sendiri sekaligus melaksanakan kegiatan pembangunan tersebut dengan hasil yang jauh lebih efisien dibandingkan apabila pekejaan tersebut diserahkan kepada pihak ketiga (kontraktor). Dan aspek peningkatan pendapatan masyarakat menunjukkan bahwa PPK telah mampu memberikan peningkatan pendapatan kepada anggota kelompok usaha serta berianjutnya usaha kelompok pada tahun berikutnya. Sedangkan dari analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi ditentukan oleh : (1) faktor komunikasi yang kualitasnya cukup baik dan konsisten sehingga pesan program dapat diterima pelaku PPK di Desa; (2) faktor sumberdaya yang meliputi sumber daya manusia seperti aparat pelaksana FD, TPK, FK, PjOK, dan keterampilan Kelompok Usaha serta sumber daya desa; (3) faktor karakteristik lembaga pelaksana dengan mekanisme PPK yang memiliki prlnsip keterbukaan dan demokratis menghasilkan lembaga pelaksana dengan karakteristik memiliki otontas dan inisiatii dalam melaksanakan kegiatan PPK. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi PPK telah sesuai dengan petunjuk pelaksanaannya dan memberikan hasil sesuai dengan tujuan PPK. Berdasarkan ha1 tersebut di atas, dalam era otonomi, di mana dana pembangunan yang dialokasikan untuk daerah deiam bentuk block grant, model pembangunan partisipati seperti PPK dapat dijadikan sebagai altematif model pembangunan untuk menggerakkan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal dan ped esaa n .

Kecamatan Development Program (Program Pengembangan Kecamatan/PPK) are a program made to improved rhe poverty and to develop the ability of social organization and government tools by creating an investment to develop and conduct A Good productivity and build up the tools which would help the development of economy social in urban area. This program area focused to the citizen employment that basicaly would give them a change to choose their real needs and performed their right in democratic way. Kampar Region that the in year of 2001 where entering the third year of this program, in its report showing and good succeed to implement the programme. The Padang Luas village which was the research location was one of the best to Lear in there succeed. (1) How it‘s implementation process being made and the deviation between policy guidelines and implementation reality; (2) How’s the wares of implementation and which factors that effected the implementation works the research method used to answer those question area descriptive qualitative approach that basically to answer €he ,problems especially the actual one through the data followed by explanation then analyse the description. The research gained that the implementation basically already correct event though there’s deviation by the players to avoid the failure caused by the economy conditions to fund return, the poor circle that haven’t been accommodated in democratic way. Based on the implementation analyse, this programme are effective in participated the citizen in to this program from the planning step, to the work and maintaining, which showed that the citizen were capable of filled their needs while worked on the development far better then the third person (the contractors). From the aspect of development the citizen income, showed an improved after being analysed. The factors that effected the implementation to works are: (1) The communication factor with a good quality and continuity, (2) Source factor, including the human, working tools and village source, (3) Implanter organization character that are approach with the program mechanism. So this facts show that the program is correctly follows the instructions and gained the same result as this program amid to reach. According to the description, this is a good alternative to moved and develop the local and urban economic potention.

Kata Kunci : Kebijakan PPK,Kabupaten Kampar,Pengentasan Kemiskinan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.