Laporkan Masalah

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR DI KOTA MALANG

SURYANDONO BHEKTI, Dr. Sigit Herumurti B.S. S.Si., M.Si.

2014 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Penelitian ini merupakan salah satu terapan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi dalam bidang hidrologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan citra Quickbird untuk menyadap parameter fisik lahan yang mempengaruhi tingkat kerawanan banjir, mengkaji hubungan antara potensi genangan banjir dengan limpasan permukaan, serta memetakan daerah rawan genangan banjir di Kota Malang. Metode yang digunakan dalam pemetaan kerawanan genangan banjir merupakan metode gabungan antara teknik interpretasi visual pada citra Quickbird, perhitungan limpasan metode bilangan kurva NRCS, survei lapangan, serta pengolahan dan analisis data menggunakan sistem informasi geografis. Sumber data primer yang digunakan adalah interpretasi citra satelit Quickbird. Parameter fisik lahan yang dapat disadap dari citra Quickbird antara lain saluran drainase yang menjadi parameter potensi genangan banjir dan kompleks penutup lahan yang terdiri dari penutup lahan, perlakuan terhadap lahan, serta kondisi hidrologi yang digunakan untuk menentukan nilai CN dalam perhitungan limpasan. Kerawanan genangan banjir diperoleh dari analisis tumpang susun potensi genangan dan limpasan permukaan. Potensi genangan merupakan hasil analisis tumpang susun kerapatan saluran drainase, bentuklahan dan kemiringan lereng. Nilai limpasan diperoleh dari pendekatan kompleks penutup lahan, sifat tanah dan curah hujan. Hasil penelitian menunjukkan Citra satelit Quickbird dapat digunakan untuk menyadap parameter penentu kerawanan banjir, dengan tingkat ketelitian interpretasi penutup lahan sebesar 92,59% . Hasil dari pemetaan kerawanan genangan banjir pada wilayah penelitian dibagi menjadi lima kelas, yaitu kerawanan sangat rendah, kerawanan rendah, kerawanan sedang, kerawanan tinggi, dan kerawanan sangat tinggi. Peta kerawanan Genangan Banjir menunjukkan bahwa daerah yang memiliki kerawanan genangan banjir paling tinggi di kota Malang terdapat di wilayah kecamatan Kedungkandang dan daerah dengan kerawanan genangan banjir terendah adalah kecamatan Lowokwaru.

This research is one of the technical application of remote sensing and geographic information system in field of hydrology. This research is intended to analyze the Quickbird image ability to extract land physical parameter which affect the flood susceptible level, analyze the flood level with the surface runoff, also to maps spatially flood vulnerability area in Malang. This research on the flood vulnerability area mapping uses the combination method between visual interpretation on Quickbird Image, calculation of NRCS's runoff curve number, Geographic Information System and field research. the primary data used is the image from Quickbird satellite. Physical parameter which is captureable from Quickbird are; drainage as the parameter indicator of susceptible flood area and landcover , land treatment, and hydrological condition which determine CN value on runoff calculation. Flood vulnerability area is resulted from the overlay analysis of susceptible flooded area, and surface runoff. Potential inundation is the result of overlay analysis of drainage density, land shape and slope . runoff value is resulted from approach of complex landcover, land characteristic, and rainfall. The result of this research shows that Quickbird Satelite Image can be used to extract the determining parameter of susceptible flood level with 92,59% precise interpretation of land coverage. The result of flooded potential area mapping is divided into five classes; very low, low, medium, high, and very high vulnerability. The mapping of flood potential area shows that the vulnerability flood area are mostly in Southern part of Malang, especially in Kedungkandang subdistrict, and the lowest flood vulnerability area is the Lowokwaru subdistrict.

Kata Kunci : penginderaan jauh, banjir, genangan, limpasan, sistem informasi geografis, remote sensing, flood, inundation, runoff, geographic information system


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.