PENAKSIRAN NILAI EKONOMI AIR (Studi Kasus pada 3 Mata Air di Daerah Tangkapan Air Wonosadi, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul)
KRIES CONI S, Agus Affianto, S.Hut., M.Si
2015 | Skripsi | S1 KEHUTANANSalah satu fungsi hutan adalah mengatur tata air. Air memiliki fungsi vital bagi manusia. Mata air merupakan sumber air tanah yang seringkali dimanfaatkan masyarakat. Air dapat menjadi barang yang langka apabila terjadi peningkatan permintaan melebihi ketersediaan air sehingga perlu penghargaan terhadap air. Penghargaan terhadap air dapat diketahui dengan melakukan penaksiran nilai ekonomi air menggunakan metode Kontingensi dengan menilai kesediaan membayar (WTP) dan kesediaan menerima (WTA). Terdapat 3 mata air yang berasal dari daerah tangkapan air Wonosadi dengan nama mata air Kalas, Pok Blembem dan Rasah. Mata air dimanfaatkan oleh 224 jiwa masyarakat Dusun Duren dan Dusun Sidorejo, Desa Beji. Pengambilan data debit minimum dilakukan dengan metode volumetrik. Pengambilan data sosial ekonomi, variasi penggunaan air, kesediaan membayar (WTP) dan menerima (WTA) dilakukan dengan metode wawancara. Pengolahan data kesediaan membayar (WTP) dan menerima (WTA) dilakukan dengan membuat kelas konsumsi yang selanjutnya diolah dengan analisis regresi dan persamaan integral. Debit total minimum ketiga mata air sebesar 1,2 liter/detik. Kebutuhan air sebesar 90,28 liter/kapita/hari. Kuantitas penggunaan air dipengaruhi faktor biaya pengadaan dan jumlah anggota keluarga. Berdasar pendekatan WTP, nilai ekonomi air pada tingkat konsumsi rata-rata sebesar Rp 3.160,72/m3 dan nilai ekonomi air pada kelas konsumsi sebesar Rp 3.514,00/m3. Berdasar pendekatan WTA, diperoleh nilai ekonomi air pada tingkat konsumsi rata-rata sebesar Rp 4.628,54/m3 dan nilai ekonomi air pada kelas konsumsi sebesar Rp 4.882,84/m3. Nilai air total berdasar WTA pada kelas konsumsi air sebesar Rp 185.883.750,96/tahun.
The one benefit of forest is regulates hydrologic system. Water has vital function for human life. Spring is ground water resources that people often needed. Water can be scarce if demand of water exceed supply of water, so people must value it. Valuation of water resources can known use economic value with Contingent Value Method (CVM) by Willingness to Pay (WTP) and Willingness to Accept (WTA). These 3 springs on Wonosadi catchment area are Kalas spring, Pok Blembem spring and Rasah spring. Springs utilised by 224 people of Duren and Sidorejo, Beji village. Minimum discharge data taken by volumetric method. Economic and social data, water utilization data, Willingness to Pay (WTP) and Willingness to Accept (WTA) data taken by open interview method. Willingness to Pay (WTP) and Willingness to Accept (WTA) data processed by regression analysis and integral equation. Total minimum dicharges of the 3 springs are 1,2 liter/second. Daily water consumption is 90,28 liter/capita/day. Quantity water consumption are to examine of influnce of distribution cost factor and member of the family factor. Based Willingness to Pay (WTP), economic value of water on average consumption level is Rp 3.160,72/m3 and economic value of water on consumption class is Rp 3.514,00/m3. Based Willingness to Accept (WTA) ), economic value of water on average consumption level is Rp 4.628,54/m3 and economic value of water on consumption class is Rp 4.882,84/m3. Total economic value of water based willingness to accept (WTA) on consumption class is Rp 185.883.750,96/year.
Kata Kunci : hutan, kontingensi, mata air, nilai ekonomi air