Studi kinerja atase pendidikan dan kebudayaan dalam mengimplementasikan kebijakan Menteri Pendidikan Nasional
RAMELI, Prof.Dr. Miftah Thoha
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikBirokrasi adalah wahana formal dalam proses penyelenggaraan public goods dan public affairs. Segala ketetapan tentang ketentuan yang berlaku dimaksudkan sebagai aktualisasi bentuk regulasi, distribusi, dan redistribusi dalam rangka pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan. Proses pencapaian tujuan secara sistematis terlegitimasikan ke dalam struktur kekuasaan penyelenggara pemerintahan, yang secara keseluruhan merupakan kerangka dalam proses formulasi kebijakan, tahapan awal proses formulasi kebijakan adalah kinerja implementasi kebijakan yang nantinya akan menentukan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan. Studi kinerja Atdikbud dalam mengimplementasikan kebijakan merupakan suatu telaahan penerapan kebijakan Mendiknas dengan penilaian sejauh mana keberhasilan implementasi kebijakan tersebut dapat berjalan, dan hambatan yang mempengaruhi kinerja serta faktor . yang dapat mendorong kinerja Atdikbud dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut, dan berupaya meningkatkan kerja sama bilateral. Dengan mengidentifikasikan masalah dominan yang memerlukan penanganan mendesak diharapkan dapat memberikan masukan kepada pembuat kebijakan untuk mengeliminir hambatan dan kendala sebagai upaya keberhasilan pencapaian tujuan. Tujuan penelitian mengetahui sejauh mana kinerja Atdikbud, hambatan apa yang terjadi, dan faktor apa yang mendorong kinerja Atdikbud. Dalam penilaian kinerja kebijakan Atdikbud dilihat dan 3 indikator yaitu responsivitas, responsibilitas dan akuntabilitas, menunjukkan basil kinerja dari ketiga Atdikbud sanngat baik, hal ini ditunjang dengan kepuasan kerja Bari ketiga Atdikbud tersebut -dalam kategori sangat memuaskan. Di satu sisi, hambatanpun selalu ada antara lain: sumber dana yang kurang memadai, kurangnya kuantitas dan kualitas staf Atdikbud, lambatnya penanganan birokrasi pada instansi pusat Jakarta. Sedang faktor pendukung dan pendorong adalah kebijakan Mendiknas yang bersifat regulatif, adaptif dan aplikatif, yang intinya bahwa kebijakan tersebut jelas balk isi maupun sasarannya. Latar belakang pendidikan, serta penguasaan Bahasa yang memadai, atau dapat dikatakan implementatornya profesional, dan aspek kepuasan kerja sangat memuaskan. Agar kinerja Atdikbud lebih optimal, maka pemilihan calon Atdikbud, pengemban kebijakan Mendiknas dilakukan fit and proper test. Penempatan Atdikbud perlu persyaratan jenjang pendidikan minimal, menyusun visi dan misi, peningkatan profesionalisme penanganan birokrasi pada instansi pusat, perlu peningkatan sarana dan prasarana, meningkatkan proaktif mencari terobosan dalam kerja sama bilateral di bidang pendidikan dan kebudayaan, perlu pula dilakukan evaluasi setiap Atdikbud yang sudah bertugas selama 2 tahun.
Bureaucracy is a formal lines in implementing process of public goods and public affairs. The objective of all decisions concerning the provision that carried out as implementation of regulation, distribution, and redistribution, formally will achieve the maximum government implementation program. Goal achievement process systematically, is legitimized in the implementation of government authority. As the first step to formulate the policy, is produced through employees' work achievement, then such kind of achievement is used to determine the government policy. Study of Education and Culture Attache's work achievement in implementing progam activities is a research to evaluate the implementation of Mendiknas policy. To know how far the program could be implemented while to face the advantage and disadvantage factor to improve bilateral program activities. To identify the important problem will be used to support and suggest the policy maker in order to eliminate disadvantage factor as an effort to achieve the maximum program activities stated on the Mendiknas Policy. The objective research is to identify how far the achievement of education and culture Attache's implementing program activities, to identify the advantage and disadvantage factors of such program. There are five indicators to evaluate Attache'_s work achievement. Those are: respansivity, responsibility, accountability, productivity, and service quality. The indicators stated above will perform the achievement result of attache's work is excellent. Looking at the several aspects, there are some factors influence Attache's work achievement. Such as human resources development quality, scope of authority, and achievement characteristic. The .obstruction factor is human resource, spcscially human i-CSOlifee -development to fulfill the requirement of office staff quality and slow progress of handling bureaucracy from the central office Jakarta. The advantage factor is the Mendiknas policy, such good policy will perform aspect of regulative, adaptive, and applicative. In order to Atache's work achievement will reflect optimum activities, the candidate-of Attache's should take fit and proper test, because attache will carry out Mendiknas policy. Based on the above statements, there are some important indicators to support work achievement policy. Those are: scope authority, environment characteristic, experience, and educational background. Candidate should have minimum requirement of educational background, foreign language comprehension, and arrange mission and vision, professional in handling bureaucratic activities from the central office, improvement office facilities and bilateral activities. Evaluate Attache's job achievement every two years. Then, it is necessary to send the art student as an internship experience who could help Attache to support work achievement policy.
Kata Kunci : Kinerja Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kebijakan Mendiknas