Laporkan Masalah

Complementary Feeding Practices, Kind of Foods, Hygienic Practices at Household Level and Nutrition Status of Young Children 0-23 Months of Age in Samarinda 2014

Osa Rafshodia Rafidin, Dr.rer.nat.dr. BJ. Istiti Kandarina; dr. Endy Paryanto, MPH., Sp.A(K)

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang Malnutrisi bertanggung jawab secara global untuk 60% dari kematian anak di bawah 5 tahun dan sering dikaitkan dengan praktik pemberian makan non optimal. Tujuannya adalah untuk menilai praktek pemberian makanan tambahan di kalangan anak-anak 0-23 bulan usia dan status gizi mereka. Hipotesis dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengenalan awal makanan pendamping (sebelum usia 6 bulan), jenis makanan yang diberikan, praktek kebersihan dan status gizi anak 0-23 bulan usia di Samarinda. Metode Sebuah studi cross sectional rumah tangga dilakukan di Samarinda, 560 Anak-anak dan ibu/pengasuh dipilih menggunakan metode multistage sampling. Praktek pemberian makanan tambahan anak-anak dan status gizi ibu/pengasuh dan anak dinilai. Studi ini juga menilai pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI. Hasil Temuan penelitian memperkirakan bahwa 66,55% dari anak-anak memiliki ASI eksklusif. Prevalensi gizi adalah 11,96%, Wasting 1,96%, Gagal Tumbuh 1,07%. Kuantitas dan keamanan makanan pendamping yang diberikan juga menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Praktek-praktek kebersihan yang tidak pantas untuk pemberian makanan tambahan yang efektif dapat mengekspos beberapa anak terkontaminasi makanan/minuman. Kesimpulan Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengenalan awal makanan pelengkap untuk anak-anak sebelum usia 6 bulan dan gizi anak di Samarinda. Hasil ini tidak merusak manfaat baik menyusui dan tidak menyarankan keuntungan untuk penyapihan dini atau pengenalan makanan pendamping. Namun, pengenalan awal makanan tambahan mungkin menjadi faktor risiko untuk meningkatkan gizi anak-anak.

Background Malnutrition is responsible globally for 60% of deaths among children under 5 years and is often attributed to non optimal feeding practices. The objective was to assess complementary feeding practices among young children 0-23 months of age and their nutritional status. Hypothesis of the study was to determine early introduction of complementary foods (before 6 months of age), kind of food being given, hygiene practice and the nutritional status of children 0-23 months of age in the Samarinda. Methods A cross sectional household study is conducted in the Samarinda, 560 Children and Mothers/Caregivers are selected using multistage sampling method. Complementary feeding practices of young children and nutritional status of both mother/caregiver and child are assessed. The Study also assessed mother's knowledge on complementary feeding. Results The findings of the study estimate that 66.55% of children had exclusive breastfeeding. The prevalence of underweight is 11.96%, Wasting 1.96%, Stunting 1.07%. The quantity and safety of these complementary foods which were given are also of public health concern. The hygiene practices were inappropriate for effective complementary feeding and may expose some of the children to contaminated foods/drink. Conclusion The results of the study describe that early introduction of complementary foods to young children before age of 6 months and child under nutrition in Samarinda. These results do not undermine the well documented benefits of breastfeeding and do not suggest an advantage to early weaning or introduction of complementary foods. However, early introduction of complimentary foods may be risk factor for increased under nutrition of children.

Kata Kunci : malnutrition, complementary feeding, Mother's Knowledge