Laporkan Masalah

JOGJA PUNYA NINJA (Mengkaji tentang Club Motor Jogja Punya Ninja di Yogyakarta)

MUHAMMAD REZHA PALEVA SAKTI, Drs. Andreas Soeroso, M.Si

2014 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Industrialisasi sepeda motor semakin maju dan berkembang pada era modernisasi saat ini. Hal ini menyebabkan bertambahnya jumlah kendaraan sepeda motor di indonesia, sehingga melahirkan dampak semakin kompleksnya fungsi kendaraan ketika di aplikasikan di masyarakat. Maraknya sekumpulan individu menjadi kelompok sebagai Genk Motor mengaplikasikan penyalahgunaan fungsi kendaraan di masyarakat dimana sepeda motor sebagai alat untuk melakukan kriminalitas, kejahatan, kenakalan remaja, penyimpangan nilai dan norma di masyarakat. Sebaliknya hadir sebuah sekumpulan individu sebagai Club Motor yakni Jogja Punya Ninja (JPN), merupakan wadah dari sekumpulan individu yang menjadikan sepeda motor sebagai alat untuk menambah relasi sosial, menyatukan minat hobi otomotif sepeda motor Kawasaki Ninja sebagai ciri khas alat kendaraan yang digunakan oleh club motor ini disertai nilai persaudaraan dan solidaritas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Jogja Punya Ninja. Penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus sebagai metode untuk mengkaji penelitian ini. Studi kasus digunakan untuk mempelajari, menerangkan, serta menginterpretasikan suatu kasus yang memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri. JPN Jogja Punya Ninja merupakan fenomena yang memiliki kekhasan dan keunikan di dalamnya, dimana JPN Jogja Punya Ninja hadir sebagai wadah untuk menyatukan minat hobi dalam bidang otomotif kendaraan sepeda motor yang sesuai nilai dan norma di masyarakat. Jogja Punya Ninja memiliki beragam kegiatan menarik, yaitu Kopi Darat, Drag Race, Cornering, Modification, Freestyle, Silaturahmi Anggota, Menghadiri Acara Resepsi Nikahan, Meeting Pengurus, Menjamu Tamu Berbagai Kota dan berbagai macam kegiatan lainnya yang melahirkan sebuah solidaritas hingga ikatan-ikatan sosial yang terjalin di Jogja Punya Ninja Jogja Punya Ninja dapat dikaji menggunakan teori komunitas dengan tokohnya Wengler melalui sense of sommunity sehingga dapat menjelaskan mengenai Jogja Punya Ninja Sebagai Club Motor. Kesimpulannya, Jogja Punya Ninja sebagai Club Motor dapat dijelaskan melalui berbagai unsur aspek historis, lambang, logo, azaz, anggaran dasar rumah tangga, struktur pengurus, keanggotaan JPN, berbagai macam kegiatan yang ada di JPN, serta ikatan-ikatan sosial yang melahirkan sebuah kebersamaan atau solidaritas sosial Jogja Punya Ninja yang dianalisa melalui sense of community.

Motorcycle industrialization and growing at the current era of modernization. This will increase the number of motorcycles in Indonesia, thus giving birth to the impact of the increasing complexity of vehicle functions when applied in society. The rise of a group of individuals into a group as "Genk Motor" applying abuse of vehicle functions in a society where the motorcycle as a tool to commit crime, crime, juvenile delinquency, deviation values and norms in society. Instead comes a collection of individuals as "Club Motor" ie Jogja Got Ninja (JPN), an organization of a group of individuals who make a motorcycle as a means to increase social relations, uniting the automotive hobby interests motorcycle "Kawasaki Ninja" as a characteristic of the vehicle tool this is used by the motor club with the values of brotherhood and solidarity. This study aimed to describe Jogja Got Ninja. Qualitative research using a case study approach as a method to assess this study. Case studies are used to study, explain, and interpret a case that has a specific and unique. JPN Jogja Got Ninja is a phenomenon that has a specific and unique in it, where Jpn Jogja Got Ninja present as a container to unite hobby interest in automotive motorcycle corresponding values and norms in society. Jogja Got Ninja has a variety of interesting activities, namely Coffee Army, Drag Race, Cornering, Modification, Freestyle, Member Gathering, Attending Events wedding reception, Board Meeting, Entertaining Guests Various City and various other activities that give birth to a solidarity to bond - social ties that exists in Jogja Got Ninja Jogja Got Ninja can be studied using the theory of characters Wengler through the community with a sense of sommunity that can explain the Jogja Got Ninja For Club Motor. In conclusion, Jogja Got Ninja as Club Motor can be explained through the various elements of the historical aspects, emblem, logo, Azaz, the basic household budget, the structure of the board, Jpn membership, a wide variety of activities in Jpn, and bonding social -ikatan spawned a togetherness or social solidarity Jogja Got Ninja analyzed through a sense of community.

Kata Kunci : Industrialisasi, Club Motor, Jogja Punya Ninja, Ikatan Sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.