HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN DENGAN KOMPOSISI LEMAK TUBUH PADA REMAJA SMA NEGERI KOTA YOGYAKARTA
ADHILA FAYASARI, Prof. dr. Madarina Julia, MPH, Ph.D, Sp.A(K).
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Stunting pada remaja berhubungan dengan malnutrisi masa lali yang berhubungan dengan gangguan oksidasi lemak dan dengan semakin mudahnya akses makanan dan penurunan aktivitas fisik akan berkembang menjadi overweight/obesitas pada masa dewasa. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan indikator komposisi tubuh yang dinilai dengan indeks massa tubuh, persentase lemak dan lingkar pinggang pada remaja di SMA Negeri Kota Yogyakarta berdasar tinggi badan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 738 siswa 10 SMA Negeri di Kota Yogyakarta dari 29 kelas paralel yang dipilih dengan metode cluster sampling secara random. Data antropometri yang diukur antara lain berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang dan persentase lemak. Tinggi badan dan lingkar pinggan diukur dengan microtoise dan metline. Berat badan dan persentase lemak diukur dengan hand-to-foot BIA. HAZ dan BAZ ditentukan dengan menggunakan WHO Antroplus. HAZ dibagi menjadi 2 kelompok, mildstunting/ stunting (z-score <1) dan normal (z-score > 1). Kuesioner self-report dibagikan pada subyek berupa karakteristik responden, frekuensi aktivitas fisik, sosial ekonomi dan Food Frequency Questionnaire. Analisis data rasio menggunakan t-test, dan regresi. Untuk analisis multivariat menggunakan multiple regression. Hasil: Proporsi remaja mild-stunting/stunting 38,75% dan 10,03%. Overweight dan obes pada mild-stunting/stunting sebesar 5,83% and 2,44%. Persentase lemak, lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang lebih besar secara signiifkan pada kelompok mild-stunting/stunting-normal (p<0,05). Selisih ratarata rasio lingkar pinggang tinggi badan meningkat dan berbanding lurus dengan peningkatan status gizi, selisih ratarata paling besar terdapat pada remaja perempuan obes. Analisis multivariat menunjukan bahwa umur pubertas dan variasi asupan minuman manis merupakan prediktor hubungan tinggi badan dengan komposisi lemak tubuh. Kesimpulan : Remaja mild-stunting/stuntingnormal cenderung memiliki lingkar pinggang lebih kecil, namun persentase lemak dan rasio lingkar pinggang tinggi badan lebih besar. Remaja perempuam mild-stunting/stunting cenderung untuk memiliki risiko peningkatan indikator komposisi lemak tubuh.
Background : With the developing access to food and decreasing of physyical activity,
stunted adolescent which is associated with events in early life could increase the risk of
developing impaired fat oxidation to an increase in the percentage of fat.
Objective : This study examined the association of heightforage,
BMIfor
Age, fat
percentage, waist circumference and waist to height ratio.
Method : This cross sectional study involved 738 individuals of 1518
years old
adolescents in public school in Kota Yogyakarta. Height and waist circumference were
measured by microtoise and metline. Weight and fat percentage was measured by handtofoot
BIA. Heightfor
age and BMIfor
–age were determined by WHO Antroplus. HAZ
was divided into two groups, mildstunting/
stunting (zscore
<1))
and normal (zscore
>
1). Parents education, age of puberty and qualitative FFQ of high density energy and fat
were determined by selfreported
questionnaire. Data were analysed by ttest,
and linier
regression and for multivariate were analysed by multiple regression.
Result : Mildstunting
/ stunting was present in 48,78% of subjects. Overweight and obese
were present in 5,83% and 2,44% of mildstunting/
stunting subjects. There were
significant differences in the group with normal nutritional status (2
Kata Kunci : stunting, adolescent, fat percentage, waist circumference, waist-toheight ratio