Laporkan Masalah

HUBUNGAN STATUS GIZI IBU SAAT HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-23 BULAN DI KABUPATEN BANTUL

KRISTIANA TRI W., Prof. dr. Hamam Hadi, MS.,ScD

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Kualitas sumber daya manusia terbentuk sejak dalam kandungan. Kesehatan ibu saat hamil akan sangat mempengaruhi kesehatan janin yang dikandungnya. Ibu hamil yang anemia dan menderita KEK tentu akan mempengaruhi kesehatan janin yang dikandungnya, karena akan menyebabkan bayi lahir dengan berat yang rendah. Bila tidak bisa tumbuh kejar bayi BBLR besar kemungkinan akan menderita stunting. Tujuan : Mengetahui hubungan antara status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada anak usia 6 – 23 bulan di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain Case Control. Jumlah sampel penelitian sebanyak 252 anak berusia 6-23 bulan yang berasal dari 4 desa di Kecamatan Sedayu, semua anak stunting usia 6-23 bulan diambil sebagai sampel, dengan matching umur kasus dan kontrol. Pengambilan data menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengetahui identitas balita, identitas responden, status gizi balita, riwayat status gizi ibu saat hamil dan data sosiodemografi, pengukuran antropometri terhadap TB orangtua dengan microtoise dan PB anak dengan infantometer serta untuk SQFFQ menggunakan food model. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariabel (deskriptif), bivariabel (chi square) dan multivariabel (regresi logistik). Hasil : Hasil bivariat menunjukkan riwayat anemia saat hamil merupakan faktor resiko terjadinya stunting tetapi secara statistik tidak signifikan (p=0,13; OR=1,5; 95%CI=0,85-2,73). Riwayat KEK saat hamil bukan faktor resiko terhadap kejadian stunting (p=0,23; OR=0,7; 95%CI= 0,37-1,31). Faktor lain yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu (p=0,01; OR =2,04; 95%CI=1,14-3,65), riwayat BBLR (p=0,03; OR =3,03; 95%CI=1,09-8,33) dan rawan pangan (p=0,04; OR=2,7; 95%CI=1,04-7,00). Hasil analisis multivariat adalah tinggi badan ibu berhubungan dengan kejadian stunting di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul Kesimpulan : Anak yang menderita stunting berasal dari keluarga yang tinggi badan ibunya kurang, keluarganya mengalami rawan pangan dan lahir dengan riwayat BBLR. Pada multivariat yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu yang kurang.

Background: Quality of human resource was built since human being was in the womb. Pregnant mother’s health had significant impact on fetus. Pregnant mother’s with anemia and CED would surely have significant impact on the fetus in their womb because it would make low birth weight. If child with low birth weight can not catch up grow, it was highly possible that they would suffer stunting. Objective: The aimed of this study was to identify relationship between nutritional status of pregnant mother with stunting children 6-23 age month in Sedayu Subdistrict Method: It was observational study with case control design. The number of its samples was 252 children age 6-23 months, all of stunting children 6-23 age month in Sedayu subdistrict were to be samples. Cases and controls samples were matching of age. Data was collected using structured questionnaire to find out the identity of the children age 6-23 month, identity of respondents, the nutritional status of the children age 6-23 month, the history of nutritional status of the pregnant mothers’ and sociodemographic, anthropometric measurement with microtoise to find out parent’s height, infantometer to find out children lenght and SQFFQ with food models. The data was analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with chi square test and multivariate analysis with multiple logistic regression. Results: The bivariate analysis showed that anemic history during pregnancy was the risk factor of the stunting but it was not significant statistically (p=0.13 OR=1.5, 95% CI=0.85-2.73). The CED history during pregnancy was not the risk factor of the incident of the stunting (p=0.23, OR=0.7, 95% CI=0.37-1.31). Other factor related to the stunting incident were mother’s height (p=0.01, OR=2.04, 95% CI=1.14-3.65), the history of low birth weight (p=0.03, OR=3.03, 95% CI=1.09-8.33) and food insecurity (p=0.04, OR=2.7, 95% CI=1.04-7.00). The multivariate analysis showed that mother’s height was correlated to the stunting incident in Sedayu subdistrict. Conclusion: Factors that influence incidence of stunting in children age 6-23 month are short mother, food insecurity and history of low birth weight. At multivariat analysis, short mother had correlation with incidence of stunting.

Kata Kunci : Anemia, KEK, Stunting, faktor resiko.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.